KALTIMPOST.ID-Di tengah kondisi industri yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan berbagai perubahan regulasi, penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 justru mendapat respons positif dari pelaku usaha.
Lebih dari 100 brand dan perusahaan dari dalam maupun luar negeri hadir dalam pameran yang untuk pertama kalinya digelar di Balikpapan tersebut, tepatnya di BSCC, Dome. Selama tiga hari, mulai 10-12 Juni.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito mengatakan antusiasme peserta pameran, exhibitor, maupun pengunjung menjadi salah satu indikator bahwa sektor energi, pertambangan, migas, dan konstruksi masih memiliki aktivitas bisnis yang kuat meskipun pasar sedang menghadapi tantangan.
“Kami cukup bangga karena antusiasme dari exhibitor, peserta pameran maupun pengunjung sangat tinggi. Walaupun kami memahami kondisi industri saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, kami tetap mampu menghadirkan lebih dari 100 brand dan perusahaan dari dalam maupun luar negeri,” ucap Hanung.
Menurutnya, pameran ini menjadi momentum penting bagi pelaku industri untuk kembali membangun jaringan bisnis di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian.
Ia mengakui kondisi pasar saat ini tidak sebaik ketika sektor pertambangan dan batu bara sedang berada dalam masa keemasan. Namun demikian, aktivitas bisnis tetap berjalan dan para pelaku usaha masih menunjukkan optimisme.
“Memang ada sedikit penurunan antusiasme dibanding masa-masa industri sedang sangat baik. Tetapi secara keseluruhan respons pasar masih cukup baik,” katanya.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut menargetkan sekitar 4.000 pengunjung. Angka itu diperoleh berdasarkan pemetaan jumlah peserta, exhibitor, serta potensi pasar industri di Kaltim.
Hanung mengungkapkan pihaknya bahkan cukup terkejut dengan tingginya minat perusahaan untuk tetap mengikuti pameran.
“Kami juga cukup surprise dengan antusiasme peserta pameran dan exhibitor. Mereka masih ingin berpameran dan tetap mencari peluang bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pelaku industri untuk kembali bertemu, berdiskusi, dan membangun kerja sama yang sempat berkurang akibat kondisi pasar.
“Kami berharap IEE Series Balikpapan bisa menjadi wadah mereka saling bertemu lagi, networking lagi, dan berbisnis lagi,” katanya.
Selain pameran, kegiatan juga diisi seminar, workshop, serta sesi berbagi pengetahuan yang melibatkan asosiasi industri dan sponsor.
Bagi pelaku industri, keberadaan forum semacam ini dinilai penting untuk menjaga optimisme pasar sekaligus membuka peluang investasi baru di Kaltim yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berharap pameran ini bisa menjadi tempat bertukar pikiran, teknologi, informasi dan peluang bisnis. Mudah-mudahan kondisi yang saat ini terasa berat bisa menjadi momentum untuk bangkit kembali,” ujar Hanung. (rd)
Editor : Romdani.