KALTIMPOST.ID-Untuk pertama kalinya penyelenggara Indonesia Energy & Engineering (IE) Series membawa pameran industri berskala nasional keluar dari Jakarta dan memilih Kota Minyak sebagai lokasi penyelenggaraan.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Balikpapan dinilai sebagai pusat aktivitas energi, pertambangan, migas, dan konstruksi yang menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan Timur sekaligus penyangga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami menerima banyak permintaan dari pelaku industri di daerah, khususnya Balikpapan dan Kaltim. Mereka bertanya mengapa pameran seperti ini tidak pernah diselenggarakan di Kalimantan,” kata Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito.
Dia berujar, selama bertahun-tahun IEE Series hanya diselenggarakan di Jakarta. Namun permintaan dari pelaku industri di daerah mendorong perusahaan untuk memperluas jangkauan pameran.
Menurut Hanung, Balikpapan dipilih setelah melalui survei kepada peserta pameran, sponsor, dan exhibitor.
Beberapa kota yang masuk dalam daftar pertimbangan antara lain Surabaya, Batam, Makassar, dan Balikpapan.
“Hasil survei menunjukkan pilihan jatuh ke Balikpapan. Kami melihat tiga sektor utama kami, yaitu mining, construction, dan oil and gas, semuanya ada di sini. Bahkan bisa dibilang pusat industrinya ada di sini,” ujarnya.
Selain faktor industri energi, keberadaan IKN juga menjadi pertimbangan penting.
Hanung menjelaskan bahwa sebelum pameran berlangsung, pihaknya telah memfasilitasi business matching antara peserta pameran dengan Otorita IKN yang sedang mencari berbagai kebutuhan produk konstruksi dan infrastruktur.
“Kami sempat diminta membantu mempertemukan peserta kami dengan Otorita IKN yang sedang melakukan sourcing berbagai produk konstruksi. Itu menunjukkan peluang bisnis yang sangat besar di kawasan ini,” tutur Hanung.
Keberadaan IKN membuat Balikpapan tidak hanya menjadi pusat energi, tetapi juga gerbang investasi baru bagi sektor konstruksi nasional.
Melalui pameran ini, berbagai perusahaan nasional dan internasional dipertemukan dengan calon pengguna jasa maupun pembeli potensial dari Kaltim.
Hanung menilai posisi strategis Balikpapan menjadikannya jembatan penting antara investor, penyedia teknologi, dan pelaku industri.
“Balikpapan sangat strategis untuk menjadi jembatan pertukaran informasi, teknologi dan peluang bisnis antara pelaku industri nasional maupun internasional,” ucapnya.
Ke depan, keberhasilan penyelenggaraan perdana ini berpotensi membuka peluang agar pameran industri serupa semakin banyak digelar di daerah-daerah strategis Indonesia. (rd)
Editor : Romdani.