KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Fase pemulangan jemaah haji asal Kalimantan Timur sudah dimulai sejak 7 Juni 2026 silam, dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Setibanya di Bandara kedatangan, Dinas Kesehatan Kaltim menyebut ada proses pemeriksaan kesehatan untuk jemaah haji.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin mengatakan, sebagaimana standar operasional prosedur yang berlaku. Bahwa, ada regulasi yang mengaute kekarantinaan bagi pejalan luar negeri.
"Jamaah haji kan pulang dari luar negeri ya, jadi itu ada SOP-nya. Salah satunya adalah dia melaporkan terkait kondisi kesehatannya. Dan itu dikelola oleh BKK (balai kekarantinaan kesehatan)," ungkapnya, Rabu (10/9/2026).
Jaya menyebut, proses skrining dilakukan lewat aplikasi dari instansi masing-masing, termasuk dalam hal ini dari imigrasi, kepabeanan, dan kesehatan.
Di sektor kesehatan, kata dia, akan dilakukan ketika jemaah haji tiba di embarkasi. Di sana dilakukan proses skrining dimulai dari pemeriksaan suhu tubuh.
Baca Juga: 360 Jamaah Haji Kloter Pertama Tiba, Bandara SAMS Sepinggan Maksimalkan Layanan
Sementara bagi jemaah yang kesehatannya normal, maka akan diserahkan ke puskesmas masing-masing. Namun proses pemantauan tetap dijalankan hingga 30 hari pasca jemaah diperiksa.
"Nanti dari laporan itu, kita rekap terkait dengan kondisi kesehatannya ketika kembali," ujarnya. Biasanya, Jaya melanjutkan, proses skrining yang mengambil sampel dari masing-masing jemaah haji yang dilakukan oleh BKK, umumnya akan keluar hasilnya sepekan kemudian.
"TUjuh hari itu bisa akan muncul hasil, misalnya pasiennya sudah diambil sampel, hasil sampelnya negatif atau positif nanti ada direkapan," jelasnya.
Meski sebelum keberangkatan mereka sudah divaksin, Jaya menggarisbawahi, proses skrining tetap dilakukan guna mencegah virus dari luar negeri yang belum bisa diidentifikasi.
"Karena ada pertemuan banyak orang. Yang kita khawatirkan ada penyakit-penyakit yang lain yang dibawa ya," tuturnya.
Jika dalam proses skrining tersebut hasilnya positif, jemaah tersebut akan di karantina. Namun jika negatif, jemaah hanya dipantau hingga satu bulan.
Jaya meyakini, pemulangan jemaah haji tahun ini berpotensi tidak menimbulkan virus baru yang masuk di Provinsi Kaltim. Sebab dari laporan yang ia terima, proses seleksi kesehatan sudah dilakukan sejak pemberangkatan mapun pemulangan di Bandara.
Selain itu, jika dilihat dari penyakit new emerging (penyakit menular baru/peningkatan kasus), belum ada informasi terjadi lonjakan di tanah Arab Saudi. "Kalau memang di sana ada terjadi lonjakan, kita sudah mulai waspada. Tapi tetap early warning system-nya kita jalankan," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki