Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Iran Tutup Total Selat Hormuz Usai Diserang AS, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak

Uways Alqadrie • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:43 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran resmi menutup total Selat Hormuz pada Kamis (11/6/2026), menyusul serangan militer terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah strategis negara tersebut.

Perintah penutupan diumumkan langsung oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan pusat komando tertinggi militer Iran. Dalam pernyataannya, seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dihentikan sementara, termasuk kapal tanker minyak dan kapal dagang internasional.

Baca Juga: Borneo FC Resmi Gandeng Kembali Etams Apparel untuk Musim 2026/2027

Militer Iran menegaskan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas di jalur perairan tersebut akan dianggap sebagai target operasi. Kebijakan ini diambil setelah meningkatnya eskalasi konflik akibat serangan lanjutan Amerika Serikat di wilayah selatan Provinsi Hormozgan.

“Iran tidak lagi menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz dalam kondisi saat ini,” demikian isi pernyataan resmi militer Iran.

Selain itu, Teheran juga memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap tindakan militer yang dinilai mengancam kedaulatan negaranya. Pernyataan itu sekaligus mempertegas sikap Iran terhadap keberadaan pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Di sisi lain, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menembaki dua kapal yang disebut mencoba memasuki jalur Selat Hormuz secara ilegal. Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait identitas kapal maupun dampak insiden tersebut.

Penutupan Selat Hormuz diperkirakan akan memicu gejolak baru di pasar energi dunia. Jalur laut itu selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak global, sehingga gangguan aktivitas pelayaran berpotensi mendorong kenaikan harga minyak internasional.

Baca Juga: Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Danantara Sebut Harga Saat Ini Masih 50 Persen dari Nilai Sebenarnya

Situasi kawasan Timur Tengah kini terus menjadi perhatian dunia internasional, terutama setelah intensitas konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. 

Editor : Uways Alqadrie
#donald trump #as #Israel #Selat Hormus #iran #perang Iran Amerika Serikat