KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Pemerintah Iran kembali mengundur pelaksanaan pemakaman kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei. Hingga lebih dari 100 hari setelah wafatnya pemimpin tertinggi Republik Islam tersebut, prosesi pemakaman masih belum digelar.
Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyampaikan bahwa pemerintah kini menargetkan upacara pemakaman berlangsung pada penghujung Juni hingga awal Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita Fars.
Baca Juga: Mengapa Indonesia Belum Bisa Membuat Jet Tempur? Ini Daftar 15 Negara yang Sudah Menguasainya
Menurut Zakani, rangkaian pemakaman akan berlangsung selama tiga hari setelah berakhirnya sepuluh hari pertama bulan Muharram. Pemerintah memilih menunggu selesainya masa berkabung umat Syiah untuk memperingati Imam Hussein sebelum menggelar prosesi kenegaraan bagi Khamenei.
Dengan perubahan jadwal tersebut, pemakaman diperkirakan berlangsung antara 26 Juni hingga 5 Juli.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah memimpin negara tersebut selama hampir 37 tahun.
Semula, pemerintah Iran merencanakan pemakaman pada 4 Maret. Namun, situasi keamanan akibat konflik yang terus memanas membuat agenda tersebut ditunda. Rencana untuk menggelarnya pada awal Muharram pun akhirnya kembali mengalami penyesuaian.
Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaan pemakaman, tetapi memastikan seluruh rangkaian acara akan digelar setelah agenda keagamaan Muharram selesai.
Editor : Uways Alqadrie