Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Iran Bantah Kesepakatan Damai dengan AS Akan Diteken Hari Ini

Dwi Puspitarini • Minggu, 14 Juni 2026 | 05:02 WIB
Bendera nasional Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.
Bendera nasional Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.

KALTIMPOST.ID - Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026) seperti yang sebelumnya diklaim Presiden AS Donald Trump. Meski peluang tercapainya kesepakatan dalam beberapa hari mendatang masih terbuka, Teheran menyatakan hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan terkait proses negosiasi yang masih berlangsung. Menurutnya, berbagai ketidakpastian masih mewarnai pembahasan antara Iran dan AS sehingga belum dapat dipastikan kapan kesepakatan tersebut akan disahkan.

 “Kita harus menunggu dan melihat tanggal pasti penandatanganan nota kesepahaman, meski itu tidak akan terjadi besok,” kata Baghaei yang dikutip dari media pemerintah Iran, Sabtu (13/6/2026)

Baghaei juga menegaskan bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih ada, namun pihaknya tidak ingin terburu-buru menyampaikan kepastian sebelum seluruh proses selesai.

“Kemungkinan hal ini terjadi dalam beberapa hari mendatang tidak bisa dikesampingkan. Namun, karena keraguan pihak lain, kita harus berhati-hati dalam memberikan komentar apa pun tentang proses ini," ungkapnya.

Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Terwujud

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026). Melalui platform media sosial Truth Social, Trump juga mengaitkan kesepakatan tersebut dengan pembukaan penuh Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu isu utama dalam perundingan.

Menurut Trump, pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut akan dilakukan segera setelah kesepakatan resmi ditandatangani. Ia berharap seluruh proses negosiasi dapat berlangsung cepat dan tanpa hambatan.

 “Kesepakatan dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz dibuka untuk semua,” ujarnya.

Trump juga menambahkan harapannya agar proses damai berjalan lancar dan tidak memerlukan langkah lain di luar jalur diplomasi.

“Semoga proses ini akan berjalan dengan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kita memiliki alternatif utama, semoga tidak akan pernah digunakan lagi!” ujarnya lagi.

Selat Hormuz dan Program Nuklir Masih Jadi Kendala

Meski pembicaraan damai terus berlangsung, sejumlah isu penting masih menjadi hambatan dalam mencapai kesepakatan final. Dua persoalan utama yang belum sepenuhnya menemukan titik temu adalah status Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

Selain itu, Iran juga disebut ingin memasukkan pembahasan mengenai konflik Israel-Lebanon ke dalam kesepakatan yang sedang dirundingkan. Namun, Amerika Serikat tidak melibatkan Israel dalam kerangka perjanjian tersebut sehingga muncul perbedaan pandangan antara kedua pihak.

Situasi ini bukan pertama kalinya membuat proses damai mengalami penundaan. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu, Iran dan AS beberapa kali disebut hampir mencapai kesepakatan, tetapi hingga kini belum berhasil meresmikannya. Karena itu, pernyataan Iran yang membantah jadwal penandatanganan versi Trump menunjukkan bahwa masih ada sejumlah hal yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan benar-benar terwujud.***

Editor : Dwi Puspitarini
#selat hormuz #amerika serikat #iran #donald trump