
KALTIMPOST.ID-General Manager 23 Semarang Shopping Center Dian Widiyanti mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai program dan kegiatan untuk menjaga tingkat kunjungan setelah masa grand opening berakhir.
Menurutnya, pengelola tidak ingin antusiasme masyarakat hanya terjadi pada saat pembukaan. Karena itu berbagai agenda komunitas, hiburan, hingga kegiatan tematik akan terus digelar secara berkala. “Kami ingin kunjungan terus tumbuh. Jadi bukan hanya ramai saat grand opening, kemudian menurun setelahnya,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran pusat perbelanjaan baru tersebut terbilang tinggi. Dian mengungkapkan, target awal kunjungan saat masa pembukaan berada di angka 20 ribu pengunjung.
Namun realisasinya melampaui ekspektasi. “Hingga saat ini jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 30 ribu orang dalam tiga pekan terakhir,” katanya.
Dari sisi okupansi, jumlah tenant yang beroperasi juga terus bertambah sejak soft opening yang berlangsung pada 23 Mei lalu. Saat ini lebih dari 150 tenant telah membuka gerainya di 23 Semarang Shopping Center.
Tenant tersebut terdiri dari berbagai kategori, mulai dari retail, fashion, makanan dan minuman, hingga layanan hiburan.
Dian menambahkan, 23 Semarang Shopping Center juga mengusung konsep pet friendly mall. Fasilitas tersebut sementara masih ditutup dan direncanakan kembali dibuka sebelum Agustus mendatang seiring pelaksanaan event khusus hewan peliharaan.
Meski demikian, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi pengunjung. Di antaranya berat anjing maksimal 10 kilogram, hewan tidak diperbolehkan masuk ke area makanan dan minuman, serta pemilik wajib menggunakan stroller khusus untuk hewan peliharaan.
Menurut Dian, konsep tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperluas segmen pasar yang dilayani pusat perbelanjaan tersebut.
Di tengah pesatnya perkembangan e-commerce, Dian optimistis pusat perbelanjaan fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri. Sebab, ada pengalaman yang tidak dapat digantikan oleh transaksi daring.
“Mal sekarang sudah menjadi meeting point. Yang tidak bisa diberikan e-commerce adalah interaksi sosial. Orang bisa bertemu, menikmati suasana, mencoba produk secara langsung, dan merasakan pengalaman yang berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: Kadin Balikpapan Waspadai Gelombang PHK, Pelaku Usaha Diminta Perkuat Efisiensi dan Digitalisasi
Karena itu, pihaknya berharap 23 Semarang Shopping Center bisa terus berkembang sebagai ruang publik yang terbuka bagi seluruh kalangan.
Tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi titik pertemuan, ruang interaksi sosial, dan bagian dari kehidupan masyarakat Semarang.
“Kami berharap 23 Semarang dapat diterima oleh seluruh masyarakat dan menjadi tempat berkumpul yang nyaman bagi semua kalangan,” pungkasnya.
Diketahui, selain di Semarang, Paradise Indonesia juga merupakan pengembang dari 88 Plaza yang berdiri di Jalan Syarifuddin Yoes atau depan Dome Balikpapan.
88 Plaza merupakan kawasan kawasan komersial modern. Berbeda dengan mal konvensional, 88 Plaza mengusung konsep open lifestyle district yang memadukan area bisnis, kuliner, komunitas, dan ruang terbuka dalam satu kawasan.
Kawasan ini dirancang untuk mendukung gaya hidup urban sekaligus menjadi pusat aktivitas baru di Balikpapan. Rencananya, 88 Plaza akan dilengkapi area retail dan F&B, ruang usaha, ruang publik, serta hotel internasional yang terintegrasi dengan kawasan tersebut.
Diketahui, selain di Semarang, Paradise Indonesia juga merupakan pengembang dari 88 Plaza yang berdiri di Jalan Syarifuddin Yoes atau depan Dome Balikpapan.
88 Plaza merupakan kawasan kawasan komersial modern. Berbeda dengan mal konvensional, 88 Plaza mengusung konsep open lifestyle district yang memadukan area bisnis, kuliner, komunitas, dan ruang terbuka dalam satu kawasan.
Kawasan ini dirancang untuk mendukung gaya hidup urban sekaligus menjadi pusat aktivitas baru di Balikpapan. Rencananya, 88 Plaza akan dilengkapi area retail dan F&B, ruang usaha, ruang publik, serta hotel internasional yang terintegrasi dengan kawasan tersebut. (rd2)
Editor : Romdani.