KALTIMPOST.ID - Amerika Serikat dan Iran resmi mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan yang selama ini berlangsung di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa teks nota kesepahaman antara kedua negara telah selesai disusun dan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.
Kesepakatan tersebut juga mencakup penghentian perang di berbagai front serta pencabutan blokade laut terhadap Iran.
Iran Pastikan Nota Kesepahaman Siap Ditandatangani
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyampaikan bahwa seluruh isi nota kesepahaman dengan Amerika Serikat telah dirampungkan. Menurutnya, kedua negara kini tinggal menunggu proses penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung di Swiss.
Dalam keterangannya kepada media pemerintah Iran, Gharibabadi mengatakan, "Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada Jumat," dilansir dari CNN, Senin (15/6).
Ia juga menegaskan bahwa komitmen yang telah disepakati kedua negara akan mulai berlaku setelah penandatanganan dilakukan.
"Komitmen kami akan berlaku mulai Jumat," tegas Gharibabadi.
Meski demikian, Iran menyebut terdapat dua poin penting yang akan mulai diterapkan lebih cepat. Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari implementasi awal kesepakatan damai yang telah dicapai antara Washington dan Teheran.
Penghentian Perang dan Pencabutan Blokade Jadi Prioritas
Menurut Gharibabadi, dua kebijakan utama akan segera diberlakukan. Pertama adalah penghentian permanen konflik di seluruh front, termasuk wilayah Lebanon. Kedua adalah pencabutan blokade laut yang selama ini diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran.
"Dua hal akan berlaku segera mulai pagi ini," ujar Gharibabadi.
Ia kemudian menjelaskan, "Pertama, penyetopan permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran."
Pejabat Iran tersebut menilai bahwa tercapainya kesepakatan ini bukan hanya hasil dari proses diplomasi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor yang disebutnya sebagai keberhasilan militer Iran dalam menghadapi situasi konflik yang berlangsung sebelumnya.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengumumkan tercapainya kesepakatan damai tersebut melalui akun Truth Social miliknya.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran saat ini telah lengkap. Selamat untuk semuanya!" tulis Trump.
Trump juga menyatakan telah memberikan instruksi untuk mencabut blokade yang dilakukan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat. Selain itu, ia menyampaikan dukungannya terhadap pembukaan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik penting perdagangan energi dunia.
"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir (lewat Selat Hormuz)," ujar Trump.
Dalam pernyataan lanjutan, Trump menambahkan, "Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat."
Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran ini menjadi perkembangan penting di kawasan Timur Tengah. Jika seluruh komitmen yang telah disepakati dapat dijalankan sesuai rencana, langkah tersebut berpotensi mengurangi ketegangan regional sekaligus membuka kembali jalur perdagangan dan pelayaran yang selama ini terdampak konflik.***
Editor : Dwi Puspitarini