Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jalur Prestasi SPMB 2026 Dapat Bonus hingga 100 Poin untuk Juara Lomba dan Tahfidz

Adhiel kundhara • Senin, 15 Juni 2026 | 18:47 WIB
TAMBAHAN NILAI: Calon siswa baru jenjang SMA dan SMK yang memiliki prestasi kejuaraan bisa mendaftar melalui jalur prestasi yang dibuka pada SPMB tahun ini. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
TAMBAHAN NILAI: Calon siswa baru jenjang SMA dan SMK yang memiliki prestasi kejuaraan bisa mendaftar melalui jalur prestasi yang dibuka pada SPMB tahun ini. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA di Kaltim  memberikan peluang besar bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik maupun nonakademik. Tak tanggung-tanggung, peserta didik berprestasi dapat memperoleh tambahan nilai hingga 100 poin yang berpotensi meningkatkan peluang lolos ke sekolah tujuan.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengapresiasi capaian siswa di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni, organisasi, hingga keagamaan. Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bontang, Suyanik, mengatakan sistem ini dirancang agar proses seleksi tidak hanya bertumpu pada nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), tetapi juga mempertimbangkan prestasi yang telah diraih siswa selama menempuh pendidikan di tingkat SMP.

“Pemerintah ingin memberikan penghargaan terhadap usaha dan prestasi siswa. Jadi yang dinilai bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga pencapaian di bidang lain yang relevan dan dapat dibuktikan,” kata Suyanik.

Dalam petunjuk operasional SPMB 2026, prestasi akademik dan nonakademik yang bersifat berjenjang memperoleh bobot nilai berbeda sesuai tingkat kejuaraan. Untuk kategori perorangan, juara pertama tingkat internasional memperoleh tambahan nilai tertinggi sebesar 100 poin. Juara kedua mendapat 95 poin dan juara ketiga 90 poin.

Sementara pada tingkat nasional, tambahan nilai berkisar antara 75 hingga 85 poin. Untuk tingkat provinsi, bobot nilai diberikan antara 60 hingga 70 poin, sedangkan tingkat kabupaten atau kota memperoleh tambahan nilai 45 hingga 55 poin.

Baca Juga: SPMB 2026 Beri Nilai Tambahan bagi Juara Paralel, Penghargaan atas Perjuangan Belajar Tiga Tahun

Besaran nilai juga dibedakan berdasarkan jenis perlombaan. Selain kategori individu atau ganda, pemerintah mengatur penilaian khusus bagi lomba beregu yang diikuti tiga hingga 12 peserta serta kategori massal dengan jumlah peserta lebih dari 12 orang.

Tidak hanya prestasi berjenjang, prestasi nonberjenjang juga mendapatkan penghargaan dalam seleksi SPMB. Pada kategori ini, juara pertama tingkat internasional memperoleh tambahan nilai 85 poin, sedangkan juara pertama tingkat nasional mendapatkan 70 poin. Untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota, bobot nilai masing-masing mencapai 55 poin dan 40 poin.

Menurut Suyanik, skema tersebut membuka peluang lebih luas bagi siswa yang aktif mengikuti berbagai kompetisi selama bersekolah. “Prestasi akademik maupun nonakademik sama-sama memiliki ruang dalam sistem ini. Artinya siswa yang berprestasi di olahraga, seni, budaya, atau bidang lainnya tetap mendapatkan apresiasi,” ucapnya.

Selain prestasi lomba, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap capaian keagamaan. Bagi siswa penghafal Al-Qur’an atau tahfidz, tambahan nilai diberikan berdasarkan jumlah juz yang dikuasai. Penghafal satu juz memperoleh tambahan 10 poin, dua juz mendapat 20 poin, dan terus meningkat hingga 100 poin bagi siswa yang hafal 10 juz atau lebih.

Sementara itu, prestasi keagamaan non-Islam juga memperoleh bobot nilai tersendiri. Prestasi seperti Membaca Indah Alkitab Kristen, Lektor atau Pemazmur Katolik, Utsawa Dharma Gita Hindu, dan Swayamvara Tripitaka Gatha Buddha diberikan tambahan nilai sesuai tingkat perlombaan. Juara pertama tingkat nasional memperoleh tambahan 45 poin, tingkat provinsi 30 poin, dan tingkat kabupaten/kota 15 poin.

Baca Juga: SPMB 2026 Kaltim Dibuka 22 Juni, SMA dan SMK di Bontang Siapkan Kuota Ratusan Kursi

Suyanik menilai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa sistem penerimaan murid baru kini semakin inklusif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh peserta didik.
“Prestasi keagamaan juga mendapat pengakuan. Ini menunjukkan bahwa SPMB tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga menghargai karakter, kompetensi, dan pencapaian siswa secara menyeluruh,” tuturnya.

Nantinya tambahan nilai dari prestasi calon murid akan ditambahkan berdasarkan akumulasi rata-rata nilai rapor kurun lima semester belakang dan TKA. Ia berharap calon peserta didik dan orang tua dapat memahami seluruh komponen penilaian pada jalur prestasi sehingga mampu mempersiapkan dokumen pendukung secara lengkap saat pendaftaran berlangsung. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #jalur prestasi spmb #SPMB 2026