KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Langkah besar menuju kemandirian energi nasional kembali diambil pemerintah. Mulai 1 Juli 2026 mendatang, implementasi bahan bakar minyak (BBM) jenis B50—campuran biodiesel 50 persen berbasis minyak sawit—siap diberlakukan secara resmi. Kepastian ini disampaikan setelah serangkaian uji coba teknis menunjukkan performa yang positif dan aman untuk mesin kendaraan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang melakukan finalisasi pengujian dan evaluasi sebelum peluncuran resmi program mandatori tersebut. Dalam waktu dekat, Kementerian ESDM akan menggelar rapat bersama tim uji coba untuk memfinalisasi hasil evaluasi komprehensif.
Baca Juga: PERJANJIAN DAMAI AS-IRAN TERANCAM KANDAS Teheran Tuntut Israel Angkat Kaki dari Lebanon
"B50 sesuai dengan jadwal, 1 Juli 2026 akan diimplementasikan. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang uji coba masih terus berjalan," terang Bahlil di Kompleks DPR, Selasa (16/6).
Mantan Kepala BKPM itu membeberkan bahwa hasil sementara pengujian sangat menggembirakan. Sekitar 80 hingga 90 persen parameter yang diuji menunjukkan hasil yang baik. Bahkan, kualitas kadar air pada B50 tercatat lebih baik jika dibandingkan dengan varian B40 yang saat ini masih digunakan secara luas di masyarakat.
Baca Juga: Timnas Iran Sebut Diperlakukan bak Korban Penindasan di Piala Dunia 2026
Senada, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa penerapan B50 merupakan strategi vital untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan pada impor bahan bakar di tengah gejolak pasar global.
Pengujian B50 sendiri dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif di berbagai sektor krusial. Tidak hanya pada kendaraan otomotif roda empat atau roda dua pribadi, pengujian juga menyasar alat mesin pertanian, alat berat sektor pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, hingga armada perkeretaapian. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional di lapangan berjalan andal dan tanpa kendala teknis.
Baca Juga: Sukses Tahan Spanyol, Followers Instagram Vozinha Melejit hingga 5,8 Juta
Selain ramah mesin, program biodiesel terbukti memberikan dampak ekonomi yang masif bagi kas negara. Sebagai gambaran, pada implementasi B40 sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi penyaluran mencapai 14,94 juta kiloliter. Kebijakan tersebut sukses menyelamatkan devisa negara hingga Rp 133,3 triliun, meningkatkan nilai tambah domestik sebesar Rp 20,92 triliun, menyerap 1,88 juta tenaga kerja, serta memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 39,66 juta ton CO2.
Pemerintah memastikan bahwa transisi ke B50 tetap akan menjaga keseimbangan industri sawit nasional serta stabilitas ekonomi. Guna memastikan program berjalan mulus tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dukungan implementasi B50 akan disokong melalui skema insentif yang bersumber dari pengelolaan dana sawit.(*)
Editor : Thomas Priyandoko