KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Di tengah sorotan tajam publik akibat hasil imbang mengecewakan 1-1 kontra Maroko pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Tim Nasional Brasil kembali dihantam badai non-teknis. Kali ini, internal Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) diguncang skandal besar yang menyeret sang presiden, Samir Saud.
Samir Saud dituduh menyalahgunakan dana anggaran federasi untuk membiayai perjalanan mewah bersama dua wanita simpanannya. Jurnalis investigasi kontroversial asal Brasil, Leo Dias, menjadi sosok pertama yang membongkar bobrok di pucuk pimpinan tertinggi sepak bola Negeri Samba tersebut.
Baca Juga: Teknologi Kompak, Empat AI Chatbot Terkemuka Dunia Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Berdasarkan laporan surat kabar Spanyol Sport, Saud diduga membawa dua wanita selingkuhannya secara bergantian dalam agenda dinas internasional. Wanita pertama dilaporkan mendampingi Saud di Qatar saat klub Flamengo berlaga di Piala Interkontinental. Sementara wanita kedua kedapatan bepergian bersamanya ke New York, Amerika Serikat, hanya beberapa hari sebelum sepak mula Piala Dunia 2026 dimulai.
Ironisnya, saat foto-foto Saud tengah menikmati makan malam mewah bersama kekasih gelapnya di New York beredar luas, sang istri justru diketahui langsung bertolak ke Kota Meksiko demi menghadiri upacara pembukaan turnamen.
Hal yang memicu kemarahan publik Brasil adalah dugaan bahwa seluruh akomodasi mewah, tiket pesawat, hingga uang saku kedua wanita tersebut dibebankan langsung ke dalam anggaran keuangan CBF. Padahal, dana federasi seharusnya diprioritaskan penuh untuk menyokong kebutuhan kesiapan teknis Selecao di ajang empat tahunan tersebut.
Sejumlah media lokal di Brasil mengendus adanya aroma politik dan perebutan takhta di balik mencuatnya kasus ini. Bocoran dokumen dan foto tersebut disinyalir sengaja dilempar ke publik oleh kubu rival internal untuk memaksa Samir Saud mundur dari jabatannya.
Baca Juga: Mutasi TNI 2026: M Khairil Lubis Resmi Jadi Dansesko TNI, Muzafar Pimpin Pangkogabwilhan II
Mengingat CBF merupakan lembaga raksasa dengan perputaran uang mencapai lebih dari 185 juta euro (sekitar Rp 3,2 triliun) per tahun, kursi ketua umum menjadi komoditas politik yang sangat diperebutkan. Bahkan, isu ini disebut-sebut melibatkan manuver tokoh-tokoh berpengaruh dari Brasília.
Akibat skandal yang merembet ini, situasi internal tim asuhan Carlo Ancelotti ikut terganggu. Samir Saud dilaporkan sengaja menjaga jarak dan memilih bertolak ke Florida demi menghindari kejaran media. Kendati demikian, selaku presiden federasi, ia tetap diwajibkan hadir mendampingi tim secara institusional pada laga lanjutan grup melawan Haiti di Philadelphia.
Kini, ujian berat berada di pundak Vinicius Jr dan kolega. Skuad Brasil dituntut untuk tetap fokus memulihkan kepercayaan diri di lapangan hijau serta menyapu bersih laga tersisa, di tengah carut-marutnya moralitas pengurus federasi mereka di luar lapangan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko