Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tembus 293 Ribu Unit, Ini Program Prioritas Pemprov Kaltim untuk UMKM

Dina Angelina • Kamis, 18 Juni 2026 | 11:42 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman mencicipi produk cokelat asal Berau yang berhasil ekspor sampai Prancis, Rabu (17/6). (ANGGI PRADITHA/KP)

 

 
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman mencicipi produk cokelat asal Berau yang berhasil ekspor sampai Prancis, Rabu (17/6). (ANGGI PRADITHA/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mencatat jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya kini telah menembus angka 293.525 unit.

Rinciannya 291.947 unit usaha mikro beromset sampai Rp 2 miliar per tahun. Kemudian disusul 1.293 unit usaha kecil dan 280 usaha menengah. Ditopang oleh sumber daya manusia dan sumber daya yang luar biasa.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyiapkan sejumlah program prioritas sepanjang tahun ini agar pelaku usaha lokal dapat naik kelas.

Pertama, program pemberdayaan dan perlindungan koperasi. Termasuk pendampingan koperasi modern dan koperasi sektor riil. “Kedua, program pengembangan UMKM ekspor sampai dengan 100 UKM,” ucapnya.

Seperti memfasilitasi sertifikasi kemitraan dan literasi UKM digital. Lalu program pengembangan ekspor pameran, bisnis matching, dan pendampingan eksportir dan calon eksportir Kalimantan Timur. “Keempat, program pemberdayaan 1.050 UMKM Tahun 2025-2026,” tuturnya.

Serta pengembangan kewirausahaan terpadu mencakup pelatihan kuliner barista, digital printing, menjahit, dan sertifikasi kompetensi UMKM. “Kami juga sedang membangun pondasi jangka panjang melalui major project,” ungkapnya.

Terutama rumah produksi bersama (RPB) pakan ternak di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kemudian pembangunan kawasan industri fisik pada tahun 2027. Lebih lanjut, pengembangan kewirausahaan terpadu (PKT) di 10 kabupaten kota.

“Ini sudah dimulai dari Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara pada tahun 2025,” imbuhnya. Kini program berlanjut lagi untuk PKT di Bontang, Penajam Paser Utara, Berau, dan kabupaten/kota lainnya pada 2026.

“Kami juga membangun pusat distribusi provinsi, dokumen detail engineering design (DED) sudah selesai pada 2025 dan rencana pengembangan sarana dilakukan tahun ini,” bebernya.

Rudy berharap, semua fasilitas yang diberikan ini bisa mendongkrak kinerja UMKM di Bumi Etam. Dia menyadari tantangan semakin berat seiring kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Menurutnya ada banyak sekali tuntutan yang hari ini dibutuhkan oleh masyarakat. "Kehadiran UMKM harus terus kita dorong untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga UMKM naik kelas,” tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pemprov kaltim #Maman Abdurrahman #Rudy Masud #umkm