Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jajak Pendapat Terbaru, Tingkat Kepuasan Warga AS terhadap Kebijakan Trump Soal Iran Tetap Rendah

Ari Arief • Jumat, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

 

KALTIMPOST.ID,WASHINGTON DC–Kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mendapat sorotan tajam dari publik domestik. Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research, tingkat kepuasan warga AS terhadap cara Trump menangani situasi terkait Iran masih berada di angka yang rendah.

Hasil survei ini keluar di tengah dinamika geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah. Ketidakpuasan publik ini tidak hanya mencakup isu diplomasi dan keamanan dengan Iran, tetapi juga merembet pada kekhawatiran terkait dampak ekonomi global dan hubungannya dengan sekutu utama AS, Israel.

Baca Juga: AKP Widodo Resmi Jabat Kapolsek Waru PPU, Fokus Amankan Kawasan Penyangga IKN

Meskipun Trump kerap mengklaim pendekatan kerasnya berhasil menekan Teheran, mayoritas responden dalam jajak pendapat tersebut menilai sebaliknya. Publik AS justru mengkhawatirkan eskalasi konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu stabilitas ekonomi, terutama terkait fluktuasi harga energi global dan jalur perdagangan internasional yang vital di Selat Hormuz.

Selain masalah Iran, survei komprehensif ini juga memotret pandangan masyarakat AS yang terbelah mengenai kondisi ekonomi dalam negeri. Sebagian besar warga merasa kebijakan ekonomi yang diambil saat ini belum sepenuhnya memberikan dampak positif yang merata di tingkat akar rumput, meski ada klaim pertumbuhan dari pihak Gedung Putih.

Baca Juga: Laga Hidup-Mati di San Francisco, Turki dan Paraguay Berburu Poin Perdana

Isu kedekatan hubungan pemerintahan Trump dengan Israel dalam menghadapi ancaman regional pun tak luput dari penilaian. Bagi sebagian responden, strategi ini dinilai terlalu berisiko dan berpotensi menyeret AS lebih dalam ke dalam konflik terbuka di Timur Tengah.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#rendah #survei #donald trump