
KALTIMPOST.ID-Di tengah keluhan masyarakat terkait antrean pertalite, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan BBM subsidi untuk Balikpapan dalam kondisi aman.
Bahkan, penyaluran pertalite telah ditambah hampir seperempat dari kondisi normal untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pasca-kenaikan harga pertamax.
Sales Area Manager Retail Kaltimut Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Narotama Aulia Fahjri mengatakan peningkatan konsumsi pertalite mulai terlihat sejak harga pertamax di Balikpapan naik menjadi Rp 16.650 per liter. Kondisi tersebut mendorong banyak konsumen beralih ke Pertalite yang memiliki harga lebih terjangkau.
Sebelum kenaikan harga, tepatnya pada periode 1-9 Juni 2026, rata-rata penyaluran pertalite untuk delapan SPBU penyalur di Balikpapan berada pada angka 141 kiloliter per hari. Namun setelah kenaikan harga pertamax, penyaluran meningkat menjadi sekitar 175 kiloliter per hari.
“Kuota penyaluran pertalite naik sekitar 23,8 persen. Itu setara sekitar 33 kiloliter atau 33 ribu liter per hari,” ujar Narotama dalam rapat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (18/6).
Menurut dia, tambahan penyaluran tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan stok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Pertamina juga telah meminta seluruh SPBU penyalur pertalite untuk melakukan pemantauan stok secara ketat dan segera berkoordinasi apabila membutuhkan tambahan pasokan.
Meski demikian, Pertamina menegaskan tidak semua SPBU di Balikpapan dapat langsung menjual pertalite. Saat ini hanya delapan dari 20 SPBU yang memperoleh alokasi penyaluran pertalite. Karena merupakan BBM bersubsidi, distribusinya harus mengikuti kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami tidak mungkin menyalurkan BBM bersubsidi ke SPBU yang memang tidak memiliki kuota tersebut. Ada regulasi yang mengatur karena ini barang subsidi,” tegasnya.
Penjelasan tersebut menjawab tuntutan sebagian masyarakat dan mahasiswa yang menginginkan seluruh SPBU di Balikpapan menjual pertalite untuk mengurai antrean. Namun dalam praktiknya, penyaluran BBM subsidi tidak bisa dilakukan di luar kuota yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, data Pemkot Balikpapan menunjukkan bahwa secara akumulatif kuota pertalite sebenarnya masih cukup aman.
Hingga 7 Juni 2026, realisasi penyaluran pertalite tercatat sebesar 22.568 kiloliter dari total kuota tahunan 51.527 kiloliter. Dengan demikian masih tersisa 28.959 kiloliter atau lebih dari separuh kuota tahun berjalan.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyebut realisasi penyaluran pertalite saat ini berada pada posisi over sekitar 1,2 persen dibanding proyeksi normal.
Sementara untuk biosolar, realisasi telah mencapai 13.777 kiloliter dari kuota tahunan 28.170 kiloliter atau berada pada posisi over sekitar 13 persen.
“Masih ada sisa kuota yang cukup hingga akhir tahun. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena kuota Insyaallah aman,” ujarnya. (rd)
Editor : Romdani.