Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Polisi Skotlandia Tangkap  Pelaku Penusukan 5 Warga di Edinburgh, Diduga Bermotif Kebencian Agama

Dwi Puspitarini • Minggu, 21 Juni 2026 | 16:04 WIB
Ilustrasi. Polisi Skotlandia Tangkap  Pelaku Penusukan 5 Warga di Edinburgh.
Ilustrasi. Polisi Skotlandia Tangkap  Pelaku Penusukan 5 Warga di Edinburgh.

KALTIMPOST.ID - Kepolisian Skotlandia menangkap seorang pria kulit putih berusia 36 tahun yang diduga melakukan aksi penusukan terhadap lima orang laki-laki di kota Edinburgh pada Jumat malam waktu setempat.

Serangkaian serangan ini memicu kekhawatiran besar karena diduga kuat bermotif kebencian terhadap umat Muslim (anti-Muslim). Dua korban pertama diserang di dekat sebuah taman tak lama setelah mereka menunaikan ibadah di Masjid Broomhouse, wilayah barat Edinburgh.

Kronologi dan Kondisi Korban

Aksi penyerangan oleh pelaku tidak hanya terjadi di sekitar area tempat ibadah, tetapi juga meluas ke sejumlah lokasi lain di bagian barat dan utara Edinburgh, termasuk kawasan Telford Road dan Leith Walk. Selain melukai orang, pelaku juga diduga merusak sebuah bangunan usaha dan kendaraan sebelum akhirnya dihadang petugas kepolisian menggunakan taser.

Berdasarkan data pihak berwenang, lima korban dalam insiden ini seluruhnya adalah laki-laki yang berusia 22, 22, 24, 27, dan 39 tahun. Akibat serangan tersebut, tiga korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Meski mengalami berbagai tingkat luka, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada satu pun korban yang mengalami luka yang mengancam jiwa mereka.

Respon Otoritas dan Komunitas Muslim

Mengingat adanya indikasi kuat bahwa serangan ini didasari oleh kebencian berbasis agama, unit kontra-terorisme kini diturunkan untuk bergabung bersama Police Scotland dalam proses penyelidikan. Pihak berwenang menegaskan tidak akan menoleransi tindakan rasisme dalam bentuk apa pun.

“Tidak ada tempat bagi rasisme maupun kebencian berbasis keyakinan di Skotlandia,” ujar Asisten Kepala Polisi Catriona Paton.

Di sisi lain, insiden ini menimbulkan rasa terkejut, marah, dan cemas yang mendalam di kalangan komunitas Muslim setempat. Pihak Asosiasi Masjid Skotlandia menilai kejadian ini merupakan dampak nyata dari pembiaran sentimen negatif di ruang publik.

“Serangan ini sangat mengganggu dan tidak terjadi begitu saja. Selama bertahun-tahun komunitas Muslim telah memperingatkan dampak dari normalisasi kebencian terhadap Muslim dalam ruang publik. Ketika prasangka dibiarkan tanpa tantangan, sebagian orang bisa merasa berani bertindak berdasarkan kebencian tersebut,” ucap Direktur Urusan Publik Asosiasi Masjid Skotlandia, Omar Afzal.

Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah kasus ini akan dikategorikan sebagai tindak terorisme atau kejahatan kebencian.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Pelaku Penusukan 5 Warga di Edinburgh #Anti-Muslim #Kepolisian Skotlandia #Masjid Broomhouse