KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan masa libur sekolah sebagai momentum untuk melakukan penataan kembali tata kelola dan operasional. Hal tersebut diatur lewat Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyambut positif kebijakan tersebut. Kata dia, penghentian sementara distribusi MBG saat libur sekolah merupakan langkah yang tepat karena banyak siswa yang tidak berada di tempat tinggalnya selama masa liburan.
"Bisa saja mereka sedang berlibur ke luar desa atau luar kota, sehingga penyaluran MBG memang lebih efektif dihentikan sementara," ujarnya, Minggu (21/6/2026). Rahmat menilai kebijakan itu juga sejalan dengan upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran.
Selain berpotensi menghemat biaya dalam jumlah besar, masa libur sekolah dapat dimanfaatkan dapur-dapur SPPG untuk berbenah dan melakukan evaluasi, baik dari aspek kebersihan, kualitas gizi makanan, maupun kinerja pegawai. "Dengan evaluasi ini diharapkan saat siswa kembali masuk sekolah, layanan MBG bisa berjalan lebih baik dan memberikan dampak yang lebih optimal dibanding sebelumnya," katanya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki