KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur memastikan siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Pemprov menjanjikan lulusan sekolah tersebut akan mendapat akses ke program Gratispol Pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat meninjau SRT 58 Samarinda yang telah beroperasi lebih dari satu tahun.
Sri mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak yang bersekolah di SRT memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk melalui bantuan biaya kuliah dari program Gratispol.
"Anak-anak SRT ini, ketika mereka lulus SMA, maka kita pastikan mereka mendapatkan bantuan Gratispol Pendidikan, sehingga mereka juga memiliki hak seperti anak lainnya mendapatkan pendidikan lebih tinggi," ujar Sri, Minggu (21/6/2026).
Selain menjamin keberlanjutan pendidikan siswa, Pemprov Kaltim juga menyiapkan lokasi baru bagi SRT 58. Mulai tahun depan, peserta didik direncanakan menempati gedung baru yang berada di Kelurahan Timbau, Tenggarong.
Meski demikian, Sri menilai fasilitas yang saat ini digunakan masih cukup memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Ia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik yang menangani siswa dengan latar belakang beragam.
"Kami sudah mendengar betapa kuatnya perjuangan para guru yang mengajar di SRT ini. Dengan latar belakang dan karakter anak yang berbeda. Bahkan, ada anak yang putus sekolah cukup lama, baru kembali lagi sekolah," katanya.
Sementara itu, Kepala SRT 58 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, menjelaskan sekolah tersebut saat ini mengelola tiga rombongan belajar (rombel), terdiri atas dua rombel tingkat Sekolah Dasar (SD) dan satu rombel tingkat SMA.
Ke depan, jumlah rombel diperkirakan bertambah seiring rencana penggabungan seluruh jenjang pendidikan di lokasi yang sama. "Jika nanti semua jadi satu di Palaran tahun ini, maka ada tujuh rombel SRT 58. Dua rombel SD, tiga SMA, dan dua SMP," ucap Rabiatul. (riz)
Editor : Muhammad Rizki