KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Hari pertama pendaftaran seleksi penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK di Kalimantan Timur diwarnai gangguan teknis. Ribuan calon siswa dan orang tua mengeluhkan sulit mengakses portal pendaftaran setelah sistem sempat tumbang akibat lonjakan trafik yang sangat tinggi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, gangguan terjadi pada Senin (22/6) pagi, bertepatan dengan dimulainya masa pendaftaran yang berlangsung hingga 24 Juni mendatang.
"Memang pagi tadi sempat down dan sekarang sedang kami upayakan untuk normal kembali. Traffic-nya tinggi sekali, puluhan ribu lebih akses dalam 10 menit," kata Faisal.
Menurut dia, tim teknis langsung bergerak melakukan berbagai langkah penanganan. Mulai dari menambah kapasitas server, menutup virtual server yang tidak aktif, hingga meningkatkan bandwidth agar sistem mampu menampung lonjakan pengguna.
Diskominfo bahkan memberikan prioritas penuh terhadap layanan SPMB dengan mengalihkan sebagian sumber daya dari layanan perangkat daerah lainnya. Namun hingga siang hari, proses diagnosis penyebab gangguan masih terus dilakukan.
"Kami sedang mencari penyebabnya. Tahun lalu sempat ada kendala di awal, tapi cepat teratasi. Yang sekarang ini cukup berbeda karena trafiknya benar-benar tinggi dan tidak turun-turun," ujarnya.
Faisal mengungkapkan, berdasarkan grafik pemantauan, jumlah akses yang masuk mencapai sekitar puluhan ribu pengguna hanya dalam kurun waktu 10 menit pada pukul 09.00 Wita. Kondisi itu membuat beban sistem meningkat drastis.
Padahal, kata dia, infrastruktur yang dimiliki pemerintah sebenarnya dinilai cukup kuat untuk menangani pelaksanaan SPMB secara daring.
"Kalau dari sisi alat dan server, sebenarnya mampu. Tahun-tahun sebelumnya juga aman. Biasanya ada lonjakan di awal lalu turun, tetapi kali ini trafiknya terus naik tanpa jeda," jelasnya.
Apabila gangguan belum dapat diatasi sepenuhnya, Pemprov Kaltim menyiapkan opsi lain untuk mengurangi kepadatan akses. Salah satunya dengan membagi jadwal pendaftaran berdasarkan wilayah atau jam tertentu.
Skema tersebut kemungkinan akan diterapkan untuk daerah dengan jumlah pendaftar terbesar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
"Bisa saja nanti dibagi zona atau per jam. Misalnya Samarinda jam sekian, Balikpapan jam sekian. Yang paling banyak memang dari wilayah-wilayah itu," katanya.
Meski demikian, Faisal meminta masyarakat tidak panik dan tidak terburu-buru mengakses sistem secara bersamaan. Sebab, masa pendaftaran masih berlangsung beberapa hari ke depan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Waktu pendaftarannya masih cukup panjang. Mohon bersabar karena kami sedang berupaya agar sistem kembali normal," pungkasnya.
Masih seputar SPMB, Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom dan Infodik) Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin mengatakan, gangguan tersebut terjadi karena masih ada beberapa penyesuaian teknis yang sedang dilakukan pada sistem. Saat ini, tim terus melakukan perbaikan agar layanan dapat berjalan normal.
"Ini aplikasinya kita buat sendiirin dan berkolaborasi dengan Diskominfo Kaltim, yang memang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi," ucapnya, Senin (22/6/2026).
Dia menjelaskan, tahun ini menjadi kali pertama SPMB di Kaltim menggunakan aplikasi yang dikembangkan secara mandiri dan terpusat. Karena itu, masih terdapat sejumlah konfigurasi yang harus diselaraskan antara aplikasi dan server.
Selain faktor teknis, tingginya jumlah pengguna yang mengakses portal secara bersamaan juga diduga menjadi penyebab sistem sempat mengalami gangguan. Menurutnya, lonjakan trafik terjadi sejak pendaftaran dibuka.
Saat ini, pihaknya terus melakukan penyesuaian dan perbaikan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi di masing-masing kabupaten dan kota. Berbagai langkah juga ditempuh untuk menjaga stabilitas layanan selama masa pendaftaran berlangsung.
"Pelaksanaan SPMB 2026 ini berlangsung pada 22 hingga 24 Juni. Dengan jumlah lulusan yang mencapai lebih dari 70 ribu orang, besar kemungkinan kendala portal ini disebabkan oleh tingginya jumlah akses yang masuk hingga puluhan ribu pengguna dalam waktu bersamaan," ujarnya.
Meski sempat mengalami kendala, Disdikbud Kaltim memastikan portal SPMB 2026 kini telah kembali dapat diakses masyarakat setelah dilakukan sejumlah langkah penanganan. Pendaftar diimbau tetap memantau informasi resmi dan mencoba mengakses sistem secara berkala apabila mengalami kendala saat proses pendaftaran. (riz)
Editor : Muhammad Rizki