KALTIMPOST.ID, LONDON – Gejolak politik kembali mengguncang Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala pemerintahan setelah memimpin negara tersebut selama dua tahun terakhir.
Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan proses transisi kepemimpinan akan berlangsung secara tertib. Ia berjanji memberikan dukungan penuh kepada sosok yang nantinya terpilih sebagai pemimpin baru Partai Buruh sekaligus calon perdana menteri berikutnya.
Starmer mengaku telah menyampaikan langsung keputusannya kepada Raja Charles III. Ia juga meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh segera membuka proses pemilihan ketua baru pada 9 Juli mendatang.
Menurut rencana, seluruh tahapan pemilihan akan rampung sebelum masa reses parlemen berakhir. Dengan demikian, pemimpin baru dapat mulai menjalankan tugas ketika parlemen kembali bersidang pada September.
Hingga penggantinya resmi ditetapkan, Starmer akan tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri. Ia menyebut keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan dinamika internal partai terkait peluang menghadapi pemilihan umum berikutnya.
"Saya telah mendengar pandangan partai dan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada," ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Manchester United di Liga Inggris 2026/2027, Januari Jadi Bulan Penentuan
Keputusan ini menambah daftar panjang ketidakstabilan politik yang dalam beberapa tahun terakhir mewarnai pemerintahan Inggris.
Kini perhatian publik tertuju pada siapa figur yang akan menggantikan Starmer dan membawa Partai Buruh menghadapi agenda politik nasional berikutnya.
Editor : Uways Alqadrie