Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dari Rp1,8 Miliar Menyusut ke Rp500 Juta, Kebijakan Efisiensi Jadi Alasan di Balik Lumpuhnya Pendaftaran SMA-SMK se-Bontang

Adhiel kundhara • Senin, 22 Juni 2026 | 19:46 WIB
BELUM BISA AKSES: Pendaftaran siswa baru di jenjang SMA dan SMK Kota Bontang terkena dampak gangguan server Pemprov Kaltim pada hari pertama SPMB ini. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
BELUM BISA AKSES: Pendaftaran siswa baru di jenjang SMA dan SMK Kota Bontang terkena dampak gangguan server Pemprov Kaltim pada hari pertama SPMB ini. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Kalimantan Timur diwarnai gangguan teknis. Server utama yang digunakan untuk proses pendaftaran dilaporkan mengalami penurunan performa hingga akhirnya tidak dapat diakses akibat lonjakan trafik yang sangat tinggi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan sistem menerima beban akses yang jauh di atas perkiraan sejak pagi hari. Menurutnya, dalam kurun waktu singkat terdapat sekitar 80 ribu akses yang masuk secara bersamaan setiap 10 menit. Kondisi tersebut menyebabkan server mengalami overload sehingga layanan pendaftaran tidak dapat berjalan normal.

“Kami ada persoalan dalam SPMB yang baru dimulai pagi tadi. Saat ini server kami sedang down dan sedang berusaha kami up kembali bersama seluruh teknisi Diskominfo dan teknisi dari Dinas Pendidikan,” kata Faisal.

Ia menjelaskan, berbagai langkah darurat telah dilakukan untuk mengembalikan layanan secepat mungkin. Salah satunya dengan mengurangi beban pada pusat data melalui penonaktifan sementara sejumlah virtual private server (VPS) milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak aktif.

Baca Juga: Sudah Server Down, Listrik Ikut Padam! Hari Pertama SPMB SMA di Bontang Lumpuh Total, Sekolah Sepi Calon Murid

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang sumber daya yang lebih besar bagi server SPMB agar dapat kembali melayani akses masyarakat. Selain itu, Diskominfo Kaltim juga langsung berkoordinasi dengan penyedia layanan internet guna meminta tambahan bandwidth. 

Upaya ini dinilai penting mengingat kapasitas anggaran layanan jaringan tahun ini mengalami penyesuaian. “Memang ada efisiensi anggaran. Jika tahun lalu sekitar Rp1,8 miliar, tahun ini menjadi sekitar Rp500 juta. Karena itu kami juga meminta dukungan tambahan bandwidth dari provider,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Diskominfo turut memperkuat infrastruktur teknologi informasi yang digunakan dalam proses penerimaan siswa baru. Dari semula menyiapkan 11 server, jumlah tersebut kini sedang ditingkatkan menjadi 30 server untuk mengantisipasi lonjakan akses lanjutan.

Menurut Faisal, penambahan kapasitas server diharapkan mampu mengurangi antrean akses dan mempercepat proses pendaftaran yang dilakukan calon peserta didik dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Baca Juga: Disdikbud Kutim Buka Posko Aduan SPMB, Warga Bisa Laporkan Pelanggaran Seleksi

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah juga mempertimbangkan pengaturan akses berdasarkan wilayah. Skema tersebut memungkinkan daerah dengan jumlah pendaftar besar tidak melakukan akses secara bersamaan.

“Alternatif yang sedang kami siapkan adalah membagi zona kota dan kabupaten agar tidak mengakses sistem pada waktu yang sama. Bisa dibedakan berdasarkan jam atau hari pendaftaran,” tutur dia.

Ia menyebut tiga daerah yang menjadi perhatian utama karena memiliki jumlah pendaftar terbesar, yakni Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Diskominfo Kaltim memastikan seluruh tim teknis masih bekerja untuk memulihkan sistem.

 Masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu informasi resmi terkait perkembangan layanan SPMB. “Kami terus berusaha saat ini agar sistem bisa kembali normal dan masyarakat dapat melakukan pendaftaran tanpa kendala,” pungkas Faisal. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #spmb kaltim #Diskominfo Kaltim #spmb #SPMB 2026