KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Hari pertama pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 2 Samarinda diwarnai sejumlah kendala teknis. Sekolah menerima banyak aduan dari calon peserta didik maupun orang tua yang kesulitan mengakses sistem pendaftaran secara daring.
Wakil Ketua SPMB SMA Negeri 2 Samarinda, Suharti mengatakan, tim layanan aduan sekolah sejak pagi menerima berbagai keluhan terkait server pendaftaran yang tidak dapat diakses. Pihak sekolah pun memberikan penjelasan kepada masyarakat dan meminta calon peserta didik mencoba kembali melakukan pendaftaran setelah sistem kembali normal.
“SPMB di SMA Negeri 2 banyak menerima aduan dari calon murid dan orang tua. Tim layanan aduan memberikan informasi terkait server yang sedang mengalami kendala dan mengarahkan untuk mencoba mengulang pendaftaran saat server sudah bisa digunakan kembali,” ujar Suharti, dikonfirmasi via whatsapp, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, gangguan pada server terjadi sekitar pukul 08.33 Wita. Akibatnya, proses pendaftaran sempat terhambat dan tidak bisa diakses oleh sebagian besar calon peserta didik. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik dan sistem kembali dapat digunakan sekitar pukul 15.00 Wita.
Suharti menjelaskan, sistem pendaftaran daring sebenarnya bukan hal baru karena sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, terdapat perbedaan pada aplikasi yang digunakan. “Kalau tahun lalu aplikasi pendaftaran berbeda-beda di setiap kabupaten dan kota. Tahun ini menggunakan satu aplikasi yang sama untuk seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur,” katanya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMA Negeri 2 Samarinda menyediakan kuota sebanyak 360 murid baru. Hingga pagi hari, tercatat sekitar 45 calon peserta didik telah berhasil mendaftar. “Mereka yang berhasil mendaftar menyampaikan bahwa proses pendaftaran dilakukan sejak dini hari,” ungkapnya.
Saat ini, pihak sekolah masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim terkait langkah lanjutan untuk mengatasi kendala yang terjadi. Sementara itu, sekolah terus memberikan pemahaman kepada calon peserta didik dan orang tua bahwa pemerintah sedang menyiapkan solusi agar proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar.
“Kami menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi, sambil memberikan pengertian kepada calon murid dan orang tua bahwa akan ada solusi dari pihak dinas. Yang kami ketahui, nantinya akan ada pengaturan pembagian hari dan waktu pendaftaran,” tutupnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki