KALTIMPOST.ID, SURABAYA – Peta persaingan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 mulai menunjukkan arah yang semakin jelas. Nama Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut menjadi salah satu figur terkuat yang berpeluang menduduki kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Pandangan tersebut disampaikan tokoh muda Nahdliyin Jawa Timur, Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur.
Menurutnya, dukungan terhadap Nasaruddin terus bertambah dari berbagai kalangan menjelang agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Baca Juga: Pria Hilang 14 Hari di Musi Rawas Ditemukan Tewas, Dibunuh dengan Racun Sianida
Gus Lilur menilai kepemimpinan NU ke depan membutuhkan perpaduan antara kekuatan ulama senior dan generasi intelektual muda. Menurutnya, kombinasi tersebut penting agar NU tetap mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam pandangannya, posisi Rais Aam PBNU dinilai tepat diemban KH Said Aqil Siradj. Sementara jabatan Wakil Rais Aam diusulkan diisi KH Afifuddin Muhajir dan KH Marzuki Mustamar. Untuk posisi Katib Aam, nama KH Abdus Salam Shohib disebut menjadi salah satu figur yang layak diperhitungkan.
Pada jajaran Tanfidziyah, Nasaruddin Umar diproyeksikan menempati posisi Ketua Umum PBNU. Ia didampingi Nusron Wahid dan Alissa Wahid sebagai Wakil Ketua Umum. Sedangkan posisi Sekretaris Jenderal diusulkan dijabat KH Yusuf Chudlori dan Bendahara Umum dipercayakan kepada KH Imam Jazuli.
Menurut Gus Lilur, komposisi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta kemampuan membaca perkembangan sosial dan global yang terus berubah.
Ia menegaskan, NU saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding satu dekade lalu. Selain menjaga peran keagamaan dan kebangsaan, organisasi juga dituntut mampu merespons perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi generasi muda, hingga dinamika geopolitik dunia.
Karena itu, lanjutnya, kepemimpinan NU mendatang harus mampu memadukan kearifan ulama dengan gagasan pembaruan yang adaptif. Dengan demikian, NU tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menjadi motor transformasi sosial di tengah perubahan zaman.
Baca Juga: Koleksi 18 Gol, Lionel Messi Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia Lewati Miroslav Klose
Gus Lilur menambahkan, usulan tersebut merupakan bagian dari aspirasi dan pemikiran yang berkembang menjelang Muktamar NU 2026. Namun keputusan akhir mengenai susunan kepengurusan tetap berada di tangan peserta muktamar sesuai mekanisme organisasi.
Editor : Uways Alqadrie