Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

AS Resmi Batasi Israel di Lebanon, Donald Trump Larang Operasi Militer di Beirut dan Tyre

Uways Alqadrie • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:51 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, TEL AVIV – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menunjukkan perbedaan sikap terkait situasi keamanan di Lebanon. Washington dilaporkan mulai membatasi ruang gerak militer Israel di negara tersebut.

Media Israel melaporkan, pemerintah Tel Aviv telah mengeluarkan instruksi baru kepada militer mengenai wilayah-wilayah yang tidak boleh menjadi sasaran operasi.

Dua kawasan yang masuk dalam daftar larangan adalah ibu kota Lebanon, Beirut, dan wilayah Tyre di bagian selatan negara itu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Buronan Kasus Penyiksaan Perempuan di Jawa Barat

Kebijakan tersebut muncul setelah AS menyampaikan pesan diplomatik bahwa izin operasi tanpa batas yang sebelumnya diberikan kepada Israel di Lebanon tidak lagi berlaku.

Seorang pejabat senior Israel yang identitasnya dirahasiakan mengakui adanya perubahan sikap dari Washington dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut laporan Channel 13, pemerintahan Presiden Donald Trump kini mulai menerapkan sejumlah pembatasan terhadap operasi militer Israel. Kebijakan itu disebut tidak hanya menyangkut Lebanon, tetapi juga berpotensi memengaruhi langkah Israel di kawasan konflik lainnya.

Perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv juga disorot sejumlah media Israel. Pemerintah AS disebut lebih mengutamakan stabilitas kawasan Timur Tengah secara menyeluruh, termasuk keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, kestabilan harga energi global, hingga upaya meredakan ketegangan dengan Iran.

Di sisi lain, pemerintah Israel menilai penarikan atau pengurangan aktivitas militer di Lebanon selatan dapat dianggap sebagai sinyal kelemahan.

Baca Juga: Terbongkar! Modus Pacaran Online WNA Afrika Tipu 53 Wanita Indonesia hingga Rugi Rp1,1 Miliar

Tel Aviv khawatir langkah tersebut justru akan menguntungkan Hizbullah dan memperkuat posisi kelompok itu di kawasan perbatasan.

Perbedaan kepentingan tersebut memperlihatkan semakin kompleksnya hubungan kedua sekutu dekat itu dalam menghadapi dinamika keamanan Timur Tengah yang terus berubah.

Editor : Uways Alqadrie
#donald trump #as #beirut #Israel #lebanon #perang Iran Amerika Serikat