Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hasil Negosiasi Iran-AS di Swiss: Bahas Nuklir, Sanksi hingga Selat Hormuz, Ini Kesepakatannya

Uways Alqadrie • Selasa, 23 Juni 2026 | 13:03 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pembicaraan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss resmi ditutup. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal berupa pembentukan empat kelompok kerja yang akan menangani berbagai isu strategis antara kedua negara.

Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan kelompok kerja tersebut akan fokus pada empat bidang utama, yakni pencabutan sanksi, urusan program nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta mekanisme pemantauan dan implementasi kesepakatan.

Baca Juga: AS Resmi Batasi Israel di Lebanon, Donald Trump Larang Operasi Militer di Beirut dan Tyre

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut pembentukan tim khusus tersebut menjadi langkah awal untuk melanjutkan proses negosiasi yang lebih mendalam.

Selain membahas isu nuklir dan sanksi, perundingan yang digelar di kawasan Burgenstock, Swiss, juga menyoroti keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz serta situasi di Lebanon.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengelolaan Republik Islam Iran sesuai ketentuan hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan usai dirinya mengikuti rangkaian pembicaraan dengan delegasi Amerika Serikat.

Menurut Ghalibaf, pertemuan tersebut menghasilkan perkembangan positif dalam sejumlah isu penting, termasuk pembahasan mengenai Selat Hormuz, konflik di Lebanon, pengecualian ekspor minyak Iran, hingga pencairan aset yang selama ini dibekukan.

Sebagai bagian dari perkembangan diplomatik terbaru, Amerika Serikat disebut memberikan kelonggaran sementara terhadap sanksi minyak Iran. Langkah itu muncul setelah Teheran menyatakan kesiapannya menerima kembali inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain peluang keringanan sanksi, Iran juga berpotensi memperoleh akses terhadap sejumlah aset yang sebelumnya diblokir oleh Washington.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Buronan Kasus Penyiksaan Perempuan di Jawa Barat

Meski demikian, Ghalibaf menilai proses negosiasi masih berada pada tahap awal. Ia menegaskan kedua pihak masih harus melanjutkan pembahasan untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Editor : Uways Alqadrie
#Iran Amerika Serikat berdamai #donald trump #as #iron dames #amerika serikat (AS) #perang Iran Amerika Serikat