KALTIMPOST.ID, BANDUNG – Upaya pencarian terhadap Taufik Hidayat (30) terus dilakukan aparat kepolisian setelah pria tersebut ditetapkan sebagai buronan dalam kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki.
Kasus yang menyita perhatian publik itu semakin menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan hadiah sebesar Rp250 juta bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi akurat mengenai keberadaan terduga pelaku hingga berhasil diamankan aparat.
Berdasarkan informasi yang beredar, Taufik memiliki sejumlah ciri fisik yang dinilai cukup mudah dikenali. Salah satu tanda paling menonjol adalah adanya guratan menyerupai garis vertikal pada alis kiri yang diduga merupakan bekas luka atau model cukuran.
Pria tersebut juga memiliki bentuk wajah oval dengan rahang yang cukup tegas. Rambutnya dipotong pendek pada bagian samping dengan model undercut, sementara bagian atas dibiarkan lebih panjang dan cenderung jatuh ke salah satu sisi.
Dari foto yang beredar, Taufik terlihat memiliki mata dengan kelopak ganda yang cukup jelas. Hidungnya tampak lurus dengan bagian cuping yang relatif lebar, sedangkan bibir bawah terlihat lebih tebal dibanding bibir atas.
Ciri lainnya adalah bentuk telinga yang sedikit menonjol ke samping serta warna kulit sawo matang.
Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk turut membantu aparat dalam proses pencarian. Menurutnya, partisipasi publik dapat mempercepat pengungkapan kasus dan memastikan pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Sementara itu, Polda Jawa Barat terus memburu keberadaan pelaku. Polisi juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait persembunyian buronan tersebut agar segera melaporkannya melalui saluran resmi kepolisian.
Di sisi lain, kondisi korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Penyidik berencana meminta keterangan langsung dari Yuvita setelah mendapatkan informasi bahwa kondisi kesehatannya berangsur membaik.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan keterangan korban sangat penting untuk memperkuat proses penyidikan. Meski demikian, pemeriksaan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi fisik dan psikologis korban yang masih menjalani pemulihan.
Menurut Rudi, trauma yang dialami korban menjadi perhatian utama sehingga proses pengambilan keterangan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu proses penyembuhan.
Polisi memastikan pencarian terhadap pelaku akan terus dilakukan hingga berhasil ditangkap.
Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban yang menyebut Yuvita diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat yang berdampak pada penglihatan, kemampuan berbicara, hingga aktivitas berjalan.
Baca Juga: Kylian Mbappe Lampaui Lionel Messi, Tinggal 2 Gol Lagi Pecahkan Rekor Miroslav Klose di Piala Dunia
Saat ini Yuvita masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Keluarga menyebut sejumlah luka infeksi pada bagian kepala dan wajah masih dalam penanganan tim medis sebelum dilakukan tindakan operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang mengalami kerusakan.
Meski kondisinya belum pulih sepenuhnya, korban disebut sudah mulai bisa berkomunikasi dengan keluarga meskipun suaranya masih belum terdengar jelas. Menurut keluarga, kata pertama yang diucapkan korban setelah mendapatkan penanganan medis adalah permintaan maaf.
Editor : Uways Alqadrie