Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pengakuan Lengkap YTR Korban Penyiksaan Bandung, Dipukul, Dipaksa Bertato dan Hidup dalam Kamar Kos Gelap selama 3 Tahun

Uways Alqadrie • Rabu, 24 Juni 2026 | 05:30 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, BANDUNG – YTR (29), perempuan yang menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan di Bandung, Jawa Barat, mengungkap berbagai perlakuan yang dialaminya selama bertahun-tahun berada di bawah kendali Taufik Hidayat.

Kesaksian itu disampaikan YTR saat berbincang melalui sambungan telepon dalam tayangan podcast di kanal YouTube Denny Sumargo yang diunggah pada Minggu (22/6).

Dengan kondisi fisik yang masih memprihatinkan, YTR berusaha menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya. Perempuan tersebut diketahui mengalami luka berat hingga menyebabkan sebagian bibir atasnya hilang dan penglihatannya terganggu.

Baca Juga: Korban Taufik Hidayat Bertambah, Sejumlah Wanita Ungkap Dugaan Penyekapan, Penyiksaan dan Pelecehan Seksual

Dalam pengakuannya, YTR mengatakan dirinya tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Selain karena selalu diawasi, kondisi matanya yang mengalami kebutaan membuatnya tidak mampu keluar dari tempat penyekapan.

Saat mengalami penyiksaan, korban mengaku berusaha menahan rasa sakit dan tidak berteriak karena khawatir mendapatkan perlakuan yang lebih buruk.

"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi," ujar YTR.

Korban menyebut penganiayaan terjadi berulang kali dan menyasar sejumlah bagian tubuh. Menurutnya, mata menjadi bagian pertama yang menjadi sasaran pelaku.

"Aku sering dipukul sih, pertama mata dulu yang dipukul. Terus telinga, terus kaki," katanya.

Akibat kekerasan yang dialaminya, kondisi kesehatan YTR terus menurun. Ia juga mengaku kehilangan kemampuan melihat secara normal sehingga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Tak hanya melakukan kekerasan fisik, pelaku disebut memaksanya untuk membuat tato di tubuhnya.

"Terus dipaksa untuk pakai tato, sama dia," ungkap korban.

Penderitaan YTR tidak berhenti sampai di situ. Selama berada di dalam kamar kos, ia mengaku hanya memperoleh jatah makan sekali dalam sehari.

"Terus kalau makan cuma sehari satu kali," tuturnya.

Baca Juga: Ciri-Ciri Taufik Hidayat Terungkap, Buronan Kasus Penyiksaan Yuvita Diburu dengan Hadiah Rp250 Juta

Korban mengatakan sebagian besar waktunya dihabiskan sendirian di dalam kamar. Ketika pelaku pergi bekerja, dirinya hanya bisa berdiam diri karena tidak mampu beraktivitas secara normal.

"Itu saja kalau makan aku suka makan sendiri. Terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena ya kan aku nggak bisa lihat," lanjutnya.

Sementara itu, keluarga korban mengaku baru mengetahui keberadaan YTR setelah menerima informasi dari seseorang yang menghubungi mereka melalui telepon.

Kisah itu diungkap Afif, anggota keluarga korban, yang turut mendampingi proses pemulihan YTR. Menurutnya, keluarga pertama kali mengetahui keberadaan korban setelah menerima telepon dari seseorang yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Awalnya, keluarga tidak langsung percaya. Mereka khawatir informasi tersebut merupakan modus penipuan. Namun setelah melakukan pengecekan, kabar tersebut ternyata benar.

Setibanya di rumah sakit, keluarga dibuat syok oleh kondisi korban. YTR ditemukan dalam keadaan memprihatinkan dengan luka serius di sejumlah bagian tubuh.

Wajah korban mengalami kerusakan akibat dugaan penganiayaan, penglihatannya hilang, sebagian bibirnya rusak, dan terdapat infeksi pada bagian kepala.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Buronan Kasus Penyiksaan Perempuan di Jawa Barat

Kondisi tersebut membuat ayah korban tidak mampu menahan emosinya hingga akhirnya jatuh pingsan.

"Bapak itu baru bangun dari pingsan, langsung meluk saya sampai nangis-nangis. Saya lihat ke dalam udah sama ibu saya dibawa mau ke ruangan gitu," ujar Afif.

Sementara itu, keberadaan terduga pelaku bernama Taufik Hidayat hingga kini masih menjadi buruan aparat kepolisian. Berdasarkan informasi keluarga korban, Taufik sempat mengantar YTR ke rumah sakit sebelum akhirnya menghilang.

Melanie, kerabat korban, mengatakan Taufik tidak lagi diketahui keberadaannya sejak meninggalkan rumah sakit usai mengantar korban menjalani perawatan.

Meski demikian, keluarga korban telah menemui ayah Taufik untuk meminta penjelasan terkait kasus tersebut.

"Ada bapaknya, sudah ke sana," kata Melanie.

Baca Juga: Terungkap! TH Terduga Pelaku Penyekapan Wanita Bandung Selama 3 Tahun Ternyata Debt Collector

Menurut keterangan yang diterima keluarga korban, ayah Taufik mengaku tidak mengetahui secara rinci keberadaan anaknya karena selama ini jarang pulang ke rumah.

"Katanya memang tidak pernah pulang," lanjutnya.

Di sisi lain, Polda Jawa Barat memastikan proses pengejaran terhadap Taufik Hidayat masih berlangsung. Polisi mengaku telah memetakan sejumlah lokasi yang diduga pernah menjadi tempat persembunyian pelaku.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan pelaku cukup sulit dilacak karena sering berpindah-pindah lokasi.

"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek, tapi pelaku mampu kabur," ujarnya.

Hendra menegaskan penyidik terus mengembangkan kasus tersebut sembari memburu keberadaan terduga pelaku.

"Sementara kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap," katanya.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Wanita Bandung Hilang 3 Tahun, Ditemukan Buta dan Luka Parah Diduga Disekap Pacar

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat dengan nomor laporan LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT. Polisi mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kasus yang menimpa YTR kini menyita perhatian publik. Selain kondisi korban yang memprihatinkan, proses pengejaran terhadap terduga pelaku juga terus menjadi sorotan masyarakat.

Editor : Uways Alqadrie
#Taufik Hidayat berhadiah Rp250 juta #penyiksaan perempuan di bandung #Kang Dedi Mulyadi KDM #Polresta Bandung #polda jabar