Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Jasni mengatakan, banyaknya laporan membuat petugas tidak bisa langsung membalas setiap pengaduan. "Bukan karena kami tidak ingin menjawab, tetapi laporan yang masuk memang sangat banyak. Sampai hari ini, khusus yang masuk lewat WhatsApp sudah sekitar 3.708 pesan," kata Jasni, Kamis (26/6/2026).
Meski begitu, menurutnya, kondisi pada hari ketiga pelaksanaan SPMB mulai lebih terkendali. Selain melalui whatsApp, masyarakat juga menyampaikan keluhan dengan datang langsung ke posko helpdesk maupun melalui layanan pengaduan di masing-masing SMA, SMK, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.
Seluruh laporan yang masuk, kata Jasni, dicatat lengkap, mulai dari identitas pelapor hingga persoalan yang dihadapi. Dari ribuan aduan tersebut, masalah yang paling sering muncul adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tidak terbaca di sistem.
Baca Juga: Server Sempat Down, SPMB Kaltim Kini Kembali Dibuka Normal Tanpa Pembagian Zona Waktu
Jasni menjelaskan, data NISN yang digunakan dalam aplikasi berasal dari data yang dikirim SMP dan MTs di seluruh kabupaten dan kota di Benua Etam. Data itu kemudian dimasukkan ke database agar otomatis muncul saat calon siswa memasukkan NISN.
Namun, ada sejumlah kelompok lulusan yang datanya belum masuk ke sistem, seperti lulusan dari luar Kalimantan Timur, lulusan Paket B atau PKBM, hingga sebagian lulusan pondok pesantren. "Kalau mereka menghubungi helpdesk dan bersabar, sebenarnya persoalan ini bisa kami selesaikan," ujarnya.
Petugas helpdesk nantinya akan meminta identitas, asal sekolah, dan data pendukung lainnya. Setelah itu operator akan melakukan injeksi data NISN ke dalam sistem. Jika proses selesai, calon siswa dapat kembali mengakses aplikasi dan melanjutkan pendaftaran.
Ia menegaskan, mayoritas kasus NISN yang tidak ditemukan memang berasal dari lulusan luar Kalimantan Timur dan lulusan Paket B atau PKBM. Jasni memastikan perubahan data hanya dapat dilakukan oleh operator yang memiliki akses khusus. Karena itu, masyarakat diminta melapor melalui helpdesk agar proses pembaruan data bisa dilakukan dengan benar.
Baca Juga: Skema Zonasi Waktu Gagal Total! Portal SPMB Kaltim Kembali Eror, Ini Sorotan Dewan Pendidikan
Untuk mendukung pelayanan, setiap sekolah memiliki operator masing-masing. Di tingkat Disdikbud Kaltim sendiri tersedia satu hingga dua operator, sedangkan di sekolah jumlahnya bisa mencapai lima orang dengan satu orang sebagai koordinator.
Petugas helpdesk di dinas juga bekerja secara bergantian. Dalam sehari biasanya ada dua hingga tiga orang yang melayani pengaduan jenjang SMA dan SMK, sambil tetap menjalankan tugas utama mereka di sekolah masing-masing.
Di sisi lain, Disdikbud Kaltim juga memutuskan menghapus pembagian jadwal akses atau zona waktu pada portal SPMB. Keputusan itu diambil setelah uji coba yang dilakukan sejak Kamis (25/6) siang menunjukkan hasil yang cukup baik.
"Kemarin sekitar pukul 13.52 Wita kami sudah mencoba membuka akses tanpa penjadwalan. Hasilnya cukup baik, sehingga mulai hari (kemarin) ini sistem kembali dibuka penuh," pungkas Jasni.
Editor : Muhammad Rizki