KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Kuwait dan Bahrain sebagai respons atas operasi militer Washington terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut delapan sasaran militer AS berhasil dihantam. Target tersebut meliputi Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan fasilitas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berada di Pelabuhan Salman, Bahrain.
Iran menegaskan aksi tersebut merupakan balasan langsung atas serangan Amerika Serikat, sekaligus mengirimkan pesan bahwa setiap bentuk agresi lanjutan akan mendapat respons yang lebih keras.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah rapuhnya kesepakatan penghentian konflik yang dimediasi Pakistan pada pertengahan Juni lalu. Dalam nota kesepahaman tersebut, Iran dan Amerika Serikat bersama sekutunya sepakat tidak memulai aksi militer maupun ancaman penggunaan kekuatan terhadap satu sama lain.
Namun, situasi kembali berubah setelah militer AS melakukan serangan udara ke wilayah Iran selama dua hari berturut-turut. Washington menyebut operasi itu sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Selain konflik militer, Iran juga memperketat pengawasan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Otoritas Iran menyatakan hanya kapal yang memperoleh izin yang diperbolehkan melintas melalui koridor tertentu di sepanjang pantai negara tersebut.
Pemerintah Iran juga memperingatkan bahwa kapal yang melanggar ketentuan akan menghadapi tindakan lebih tegas dibanding sebelumnya. Langkah itu muncul setelah Oman mengumumkan rute pelayaran alternatif guna mengurangi risiko gangguan di kawasan Teluk.
Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Lionel Messi Memimpin, Mbappe hingga Haaland Tempel Ketat
Memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan maupun perdagangan global.
Editor : Uways Alqadrie