Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Panas Lagi! Israel Ingin Bunuh Mojtaba Khamenei, Iran Langsung Kirim Peringatan: Kami Balas, Segera!

Dwi Puspitarini • Jumat, 3 Juli 2026 | 06:30 WIB
Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei

 

KALTIMPOST.ID - Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah munculnya ancaman pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Menanggapi gertakan tersebut, Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap melayangkan aksi balasan yang jauh lebih keras dalam waktu singkat.

Ketegangan baru ini mencuat tidak lama setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan bahwa militernya kini tengah membidik Mojtaba Khamenei. Langkah sepihak Israel ini dinilai mengancam stabilitas kawasan yang baru saja mendingin lewat kesepakatan MoU Islamabad.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan respons kerasnya melalui media sosial X. Ia mengingatkan bahwa segala bentuk provokasi terhadap rakyat maupun jajaran pemimpin Iran akan langsung berhadapan dengan konsekuensi fatal.

Abbas Araghchi secara khusus menyoroti dokumen kesepakatan damai MoU Islamabad yang belum lama ini disepakati. Menurutnya, aturan main dalam perjanjian tersebut sudah sangat gamblang dan seharusnya dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat, termasuk sekutu Amerika Serikat.

Melalui akun X miliknya, Araghchi menuliskan kritik tajam yang mengarah pada komitmen Presiden AS, Donald Trump, untuk mengendalikan tindakan militer Israel di lapangan.

"(Trump telah berkomitmen untuk) Membungkam 'hewan peliharaannya' di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan tuannya, Iran akan mendidik mereka," kata Araghchi, yang dilansir dari inews, Jumat (3/7).

Pernyataan menohok tersebut sengaja diunggah Araghchi bersamaan dengan tangkapan layar berita yang memuat ancaman dari Menhan Israel. Iran menganggap Israel sengaja menguji batasan dari poin-poin perdamaian yang tertuang dalam MoU Islamabad.

Kesepakatan MoU Islamabad sendiri merupakan sebuah piagam perdamaian bersejarah antara Iran dan Amerika Serikat yang baru saja ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump pada 17 Juni lalu. Kehadiran memorandum ini sebenarnya menjadi angin segar karena berhasil menyudahi perang melelahkan yang melibatkan kedua negara dan Israel sejak akhir Februari silam.

Sebelum adanya ancaman terhadap Mojtaba Khamenei ini, gencatan senjata setidaknya telah berhasil meredam konflik bersenjata yang sempat berkecamuk selama minimal 60 hari berturut-turut. Namun, klaim terbaru dari pihak Israel kini membayangi keberlangsungan perdamaian tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, justru memberikan pandangan yang bertolak belakang mengenai masa depan wilayah tersebut. Pihak Israel melihat ada celah di mana kesepakatan diplomatik ini bisa saja runtuh di tengah jalan tergantung pada keputusan Amerika Serikat kelak.

Saat berbicara kepada media, Katz memberikan konfirmasi verbal mengenai target militer mereka selanjutnya yang mengarah pada sosok tertinggi di Iran.

"Dia ditargetkan untuk dibunuh," ujar Katz sebagaimana dilaporkan Fox News pada Selasa (30/6/2026).

Selain mengonfirmasi target operasi, Katz juga membeberkan beberapa prediksi mengenai arah konflik ke depan. Salah satu kemungkinan terbesar menurut analisisnya adalah Presiden Donald Trump bisa saja memilih untuk menyudahi seluruh proses negosiasi dengan Iran, yang kemudian bakal diikuti dengan peluncuran kembali operasi militer skala besar di masa mendatang.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Israel ingin bunuh Mojtaba Khamenei #MoU Islamabad #Mojtaba Khamenei #iran israel #Abbas Araghchi