KALTIMPOST.ID-Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Jumat (3/7).
Fasilitas yang dibangun melalui APBD Kaltim tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan biaya produksi peternak dan pembudidaya perikanan.
Pembangunan RPB didanai melalui bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Nilai pembangunan fisik mencapai Rp 6,2 miliar. Sedangkan pengadaan peralatan sebesar Rp 2,1 miliar. Sehingga total anggaran mencapai Rp 8,3 miliar.
“Saya sangat berharap RPB ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan, terutama penyediaan pakan untuk ternak dan budidaya perikanan berupa pelet apung,” ujar Rudy.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pakan di Kaltim dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah memperkirakan biaya pakan dapat ditekan sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan produk sejenis di pasaran, sehingga memberi ruang peningkatan keuntungan bagi peternak dan nelayan.
Rudy meminta pengelola mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut. Produksi pakan ternak dan pelet ikan diharapkan dilakukan secara bergantian, masing-masing selama dua pekan, agar kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Saat ini, produksi RPB baru mencapai sekitar 20 ton per bulan atau sekitar 10 persen dari kapasitas terpasang sebesar 200 ton per bulan.
Selain menopang sektor peternakan dan perikanan, hasil produksi RPB diharapkan mendukung kebutuhan bahan baku program makan bergizi gratis (MBG), khususnya untuk penyediaan daging ayam dan ikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih menjelaskan RPB dibangun di atas lahan seluas 10.566 meter persegi dengan dukungan ketersediaan bahan baku yang melimpah, seperti jagung, bungkil sawit, CPO, tepung ikan, dan tepung kepala udang.
Menurutnya, kehadiran rumah produksi tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal di Kaltim. (rd)
Editor : Romdani.