KALTIMPOST.ID-Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mematangkan rencana pemindahan lampu Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri, Samarinda.
Langkah tersebut menjadi salah satu opsi percepatan pemenuhan standar pencahayaan stadion untuk mendukung penyelenggaraan Super League, agenda latihan Timnas Indonesia, serta kompetisi level Asia pada musim 2026/2027.
Kajian tersebut dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan tingkat pencahayaan Stadion Segiri saat ini baru mencapai sekitar 935 lux.
Sementara itu, standar minimum yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan kompetisi Indonesia Super League dan pertandingan yang berada di bawah regulasi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mencapai 1.800 lux.
Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim Rasman mengatakan, sesuai arahan Gubernur Kaltim, pemerintah telah melakukan serangkaian koordinasi dan kajian teknis dengan melibatkan berbagai pihak.
Pada 2–3 Juli 2026, tim yang terdiri atas Dispora Kaltim, perwakilan AFC Raymond, perwakilan PSSI Ronny, Borneo FC, serta Dinas PUPR Samarinda melakukan inspeksi teknis di Stadion Utama Palaran dan Stadion Segiri.
“Secara prinsip, pemanfaatan kembali lampu Stadion Utama Palaran sangat potensial untuk mendukung optimalisasi aset daerah yang masih memiliki nilai guna, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak dunia sepak bola di Kaltim,” ujar Rasman, Sabtu (4/7).
Berdasarkan simulasi teknis yang dilakukan Dinas PUPR Samarinda bersama Philips, pemindahan lampu dari Stadion Palaran diperkirakan mampu meningkatkan tingkat pencahayaan Stadion Segiri hingga sekitar 1.667 lux.
Artinya, masih diperlukan tambahan sekitar 133 lux atau setara delapan unit lampu untuk memenuhi standar.
Sementara itu, hasil simulasi dari PSSI menunjukkan kebutuhan tambahan yang sedikit lebih besar, yakni sekitar 300 lux atau sekitar 10 unit lampu agar standar ideal dapat tercapai.
Rasman menjelaskan, secara konstruksi tiang lampu Stadion Segiri masih dinilai mampu menahan beban lampu Philips yang bobotnya lebih ringan dibandingkan lampu yang saat ini terpasang.
Meski demikian, proses pemindahan tetap memerlukan penyesuaian pada sistem kelistrikan, dudukan lampu, lensa, kabel, hingga perangkat pendukung lainnya sehingga harus dilakukan di bawah pengawasan tim teknis yang kompeten.
Menurutnya, percepatan pekerjaan menjadi penting mengingat Super League dijadwalkan bergulir pada awal September 2026, disusul agenda AFC pada awal Oktober 2026.
Karena keterbatasan ruang penganggaran APBD tahun berjalan, Dispora Kaltim juga membuka opsi pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan pertambangan, perkebunan, BUMD, maupun sumber pendanaan lain yang sah.
“Percepatan peningkatan kualitas Stadion Segiri bukan sekadar memenuhi aspek teknis pencahayaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga marwah Kaltim sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola nasional dan internasional,” tegas Rasman. (rd)
Editor : Romdani.