KALTIMPOST.ID-Selain memberi tips kepada masyarakat, Sekretaris Program Studi D3 Teknik Instrumentasi Elektronika Migas sekaligus dosen Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Migas Balikpapan Iin Darmiyati juga menjelaskan besarnya dampak gangguan pembangkit yang menyebabkan sistem kehilangan pasokan sekitar 250 megawatt (MW).
Menurut perhitungannya, kapasitas tersebut setara sekitar 250 ribu kilowatt, yang jika dikonversi dengan rata-rata daya listrik rumah tangga 900 hingga 1.300 volt ampere (VA), dapat melayani sekitar 180 ribu hingga 270 ribu rumah.
“Kalau ditanya apakah dampaknya besar, tentu besar. Dengan kapasitas sebesar itu, bukan hanya satu kawasan yang terdampak, tetapi bisa mencapai ratusan ribu pelanggan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menilai pemadaman bergilir menjadi pilihan yang paling memungkinkan ketika sistem kehilangan pasokan sebesar itu. Sebab, jaringan kelistrikan di Kaltim dan Kaltara telah terhubung dalam satu sistem interkoneksi.
“Kalau satu pembangkit besar mengalami gangguan, efeknya tidak hanya di sekitar pembangkit tersebut. Karena sistem kita sudah saling terhubung, beban harus dibagi ke wilayah lain supaya sistem tetap stabil,” katanya.
Menurut Iin, sistem kelistrikan di Kalimantan sebenarnya sudah jauh lebih maju dibanding satu dekade lalu. Seluruh jaringan telah terintegrasi dengan pusat kendali sehingga gangguan dapat dideteksi secara cepat tanpa harus menunggu laporan dari lapangan.
“Kalau dulu petugas baru mengetahui ada gangguan setelah mendapat laporan masyarakat. Sekarang sebagian besar sudah termonitor dari pusat pengendali. Tinggal petugas turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan,” jelasnya.
Di tengah proses perbaikan pembangkit yang diperkirakan masih berlangsung beberapa waktu, Iin mengimbau masyarakat lebih aktif mengikuti informasi resmi dari PLN mengenai jadwal pemadaman bergilir.
Menurutnya, informasi tersebut penting agar masyarakat memiliki waktu mengamankan peralatan elektronik sebelum listrik dipadamkan.
“Yang paling penting sekarang masyarakat tahu jadwalnya. Jadi sebelum listrik padam kita bisa mencabut steker perangkat elektronik, dan saat listrik menyala kembali kita tidak terburu-buru menyalakan semuanya sekaligus,” katanya.
Ia mengakui pemadaman bergilir tetap membawa kerugian bagi masyarakat. Namun, selama proses pemulihan sistem berlangsung, langkah antisipasi sederhana tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kerusakan peralatan elektronik di rumah. (rd)
Editor : Romdani.