Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gubernur Kaltim Pastikan Jalan Empat Kampung Terisolasi di Kubar Dibangun, Target Mulai Bulan Depan

Romdani. • Senin, 6 Juli 2026 | 19:17 WIB
Rudy Mas’ud bersama anak-anak dan warga di Kubar.
Rudy Mas’ud bersama anak-anak dan warga di Kubar.

KALTIMPOST.ID-Janji Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud untuk melihat langsung kondisi kampung-kampung terisolasi di Kutai Barat (Kubar) akhirnya ditepati.

Pada hari terakhir kunjungan kerjanya di wilayah tengah Kaltim, Minggu (5/7), gubernur mendatangi empat kampung di Kecamatan Bongan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses jalan, yakni Kampung Lemper, Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, memperoleh standar pelayanan minimum (SPM) yang sama dengan daerah lain.

Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur dasar menjadi prasyarat agar pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik.

“Akses boleh sulit, akses boleh jauh, tetapi masyarakat tidak boleh kehilangan standar pelayanan minimum. Untuk itu, Pemprov Kaltim hadir di sini,” tegas Rudy saat berdialog dengan warga di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Deraya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pengamat Mendorong PLN Siapkan Skema Kompensasi bagi Pelanggan Terdampak Pemadaman Listrik di Kaltim

Dalam pertemuan tersebut, para petinggi kampung menyampaikan persoalan yang sama, yakni kondisi jalan yang belum memadai.

Petinggi Kampung Lemper Aliansyah, Petinggi Kampung Deraya Syahrani, dan Petinggi Kampung Tanjung Soke Abdul Muthalib menjelaskan akses darat menjadi kebutuhan paling mendesak karena berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian.

Merespons aspirasi tersebut, Rudy memastikan pemerintah provinsi akan membangun akses jalan yang menghubungkan Simpang Tiga Bongan hingga Kampung Gerunggung. Ruas jalan sepanjang sekitar 46 kilometer itu saat ini baru sebagian yang menggunakan perkerasan rigid beton.

Hingga sekitar kilometer 38 kondisi jalan relatif baik, sedangkan ruas menuju Gerunggung masih berupa jalan tanah dengan banyak lubang yang berdebu saat kemarau dan licin ketika musim hujan.

“Kami datang ke sini untuk memastikan sebelum akhir tahun ini kondisi jalan sudah selesai dibangun. Pembangunan jalan akan kita mulai bulan depan,” ujarnya.

Menurut Rudy, percepatan pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi agar tidak ada lagi desa yang tertinggal selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan pemerataan pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang selama ini sulit diakses.

“Bapak dan Ibu jangan ragu. Kami tidak akan meninggalkan Bapak Ibu semua. Kami tidak akan meninggalkan desa-desa yang terpencil,” tegasnya.

Baca Juga: PHRI Balikpapan Pastikan Belum Ada PHK di Hotel, Terapkan Sistem Kerja Bergilir untuk Tekan Biaya

Meski demikian, gubernur meminta masyarakat ikut berperan menjaga infrastruktur yang nantinya dibangun. Ia mengingatkan agar jalan tidak cepat rusak akibat kendaraan dengan muatan berlebih, khususnya angkutan hasil perkebunan.

“Pastikan tidak ada kendaraan over dimension over load (ODOL). Maksimal lima ton yang boleh melintas. Saya minta TNI, Polri, dan masyarakat bersama-sama menjaga jalan ini,” katanya.

Selain infrastruktur jalan, Pemprov Kaltim juga menyatakan siap membantu pembangunan rumah ibadah di empat kampung tersebut.

Rudy bahkan menaruh perhatian terhadap pelestarian budaya lokal dengan mendukung pembangunan maupun pemeliharaan lamin sebagai tempat penyimpanan berbagai peralatan tradisional masyarakat.

Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya daerah. Karena itu, keberadaan lamin dinilai penting sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan warisan budaya masyarakat Kubar.

Ke depan, Rudy berharap tiga kampung yang saat ini masih berstatus desa tertinggal, yakni Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung, dapat segera naik status menjadi desa berkembang.

Ia optimistis pembangunan akses jalan akan menjadi pemicu meningkatnya pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat.

“Percayalah, kita akan membangun Kalimantan Timur bersama-sama. Kemajuan Kaltim akan terlihat dari kemajuan kampung-kampungnya. Kami datang untuk memastikan tidak ada satu pun kampung yang tertinggal dalam pembangunan,” ujar ketua Partai Golkar Kaltim itu.

Baca Juga: Delman Jadi Daya Tarik Baru di Stadion Batakan Balikpapan, Pengunjung Padati Kawasan setiap Akhir Pekan

Kedatangan gubernur disambut antusias warga. Petinggi Kampung Lemper Aliansyah mengaku kunjungan tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikan masyarakat. 

Selama dua periode menjabat sebagai kepala kampung, baru kali ini gubernur datang langsung melihat kondisi wilayah mereka.

“Kami sangat berterima kasih. Selama dua periode saya menjadi kepala kampung, baru kali ini ada gubernur yang datang langsung ke sini,” katanya.

Kunjungan ke empat kampung tersebut turut dihadiri Sekkab Kubar Erik Viktory, jajaran asisten dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim serta Pemkab Kubar.

Selain berdialog dengan masyarakat, Rudy juga menyempatkan diri mengunjungi lamin di Kampung Tanjung Soke yang masih menyimpan berbagai peralatan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat setempat. (rd)

Editor : Romdani.
#kampung terisolasi #penajam paser utara #ibu kota nusantara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #Kutai Barat