KALTIMPOST.ID – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengingatkan seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kaltim untuk bersikap terbuka soal kewajiban pembayaran pajak. Menurutnya, transparansi tersebut penting, khususnya dalam mencegah potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Ekti menjelaskan. pengelolaan penerimaan daerah harus dilakukan secara akuntabel, agar seluruh potensi pendapatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di Kaltim. Politikus Gerindra itu mengungkapkan, isu kebocoran penerimaan negara, termasuk dari sektor perpajakan, telah menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang berulang kali menyoroti besarnya potensi kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat praktik yang dilakukan oleh kelompok tertentu, termasuk dalam aspek perpajakan. "Pak Prabowo sudah menyampaikan berulang-ulang, bahwa kebocoran APBN itu tidak sebanding dengan kebocoran yang dilakukan oleh oligarki, ini termasuk pajak," ujar Ekti saat dikonfirmasi Kamis (9/7).
Legislator yang mewakili wilayah Kabupaten Kubar-Mahulu itu menilai, seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha, perlu berkomitmen memperbaiki tata kelola agar tidak ada lagi praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara maupun daerah.
"Jadi hal-hal seperti ini mari kita sama-sama bersihkan dari manajemen-manajemen yang keliru," tegasnya. Dia juga menekankan, peningkatan PAD menjadi kebutuhan mendesak bagi Kaltim, terutama untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan.
Menurutnya, kondisi penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang belum optimal, membuat pemerintah daerah harus semakin mengandalkan sumber pendapatan sendiri. Karena itu, ia meminta seluruh data terkait kewajiban perpajakan perusahaan dapat disampaikan secara terbuka. “Kita sudah tahu DBH kita, hampir seluruh Indonesia, DBH hampir tidak dikirim oleh pusat. Jadi otomatis PAD daerah itu yang diutamakan. Makanya data itu harus ada,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki