KALTIMPOST.ID-Di luar pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP), kondisi koperasi secara umum di Kaltim masih menghadapi tantangan.
Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim mencatat dari 7.428 koperasi yang terdaftar, sebanyak 4.476 koperasi masih aktif.
Sedangkan 2.952 koperasi lainnya tidak aktif. Penurunan kualitas koperasi, terutama dari sisi kemampuan membayar pinjaman dan meningkatnya kredit bermasalah, disebut masih dipengaruhi dampak pandemi Covid-19 serta perlambatan ekonomi yang menyebabkan pendapatan masyarakat menurun.
Karena itu, pemerintah menilai keberhasilan program KMP tidak hanya diukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan koperasi menjalankan usaha secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat operasional, pemerintah mendorong kerja sama KMP dengan PT Agrinas dalam pengembangan gerai sembako.
Di tingkat nasional, Kementerian Koperasi juga tengah menyiapkan sekitar 84 ribu manajer koperasi agar pengelolaan usaha dilakukan secara profesional.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim Heni Purwaningsih menegaskan, kehadiran KMP bukan untuk mengambil alih usaha masyarakat yang telah berjalan, melainkan menjadi agregator ekonomi desa dan kelurahan melalui penguatan pemasaran, akses permodalan, pengembangan UMKM, serta penciptaan peluang usaha baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (rd)
Editor : Romdani.