KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait konflik dengan Iran. Kali ini, ia mengklaim peluang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei masih hidup hanya sekitar 10 persen atau dengan kata lain "90 persen telah tewas".
Pernyataan itu disampaikan Trump saat wawancara dengan media Amerika, Fox News, di tengah meningkatnya ketegangan pasca-operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut Trump, kekuatan militer Iran telah mengalami kemunduran besar. Ia menilai armada laut, angkatan udara, hingga sistem pertahanan udara Teheran telah kehilangan kemampuan tempurnya.
Baca Juga: PT Pos Indonesia Gagal Bayar Sukuk Ijarah Rp24,11 Miliar, Krisis Arus Kas Jadi Penyebab
Selain itu, sejumlah petinggi militer Iran juga disebut telah gugur dalam konflik yang masih berlangsung.
Trump juga menyebut para pemimpin terbaik Iran telah tewas. Dalam pernyataannya, ia sempat keliru menyebut nama "Khomeini" ketika merujuk kepada keluarga Khamenei.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut. Tidak ada pula bukti independen yang dapat memverifikasi pernyataan Trump mengenai kondisi Mojtaba Khamenei.
Spekulasi mengenai keberadaan Mojtaba menguat setelah ia tidak lagi terlihat di hadapan publik sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Ia juga tidak tampak menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang digelar pekan lalu.
Baca Juga: Kepala SPPG Bandung Tewas Bunuh Diri: Dapur MBG untuk 2.625 Penerima Manfaat Berhenti Beroperasi
Situasi ini terus menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Editor : Uways Alqadrie