Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Groundbreaking Apartemen Jadi Proyek Asing Perdana di IKN, Investasi Awal Rp 1,27 Triliun, Dijual dengan Harga Mulai Rp 600 Juta Per Unit

Ainur Rofiah • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:02 WIB
Basuki Hadimuljono saat menggelar peletakan batu pertama proyek apartemen dari PT Star Bright International Investment di IKN, Rabu (15/7). (FOTO AINUR ROFIAH/KP)
Basuki Hadimuljono saat menggelar peletakan batu pertama proyek apartemen dari PT Star Bright International Investment di IKN, Rabu (15/7). (FOTO AINUR ROFIAH/KP)

KALTIMPOST.ID-Pembangunan kawasan hunian di Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru. PT Star Bright International Investment resmi menjadi investor penanaman modal asing (PMA) pertama yang merealisasikan pembangunan fisik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Realisasi investasi tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung di KIPP IKN, Rabu (15/7).

Proyek itu menjadi tonggak penting karena menandai dimulainya pembangunan kawasan hunian oleh investor asing di ibu kota baru Indonesia.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran PT Star Bright International Investment menunjukkan semakin tingginya kepercayaan investor internasional terhadap prospek pembangunan IKN.

“Ini adalah PMA pertama yang masuk dan sudah mulai merealisasikan pembangunan fisik di IKN,” ujar Basuki.

Baca Juga: Kasus Penyitaan 1.205 Batang Kayu di Balikpapan, Kuasa Hukum Sebut Pemilik Korban Dugaan Dokumen Hasil Hutan Palsu

Menurutnya, investasi asing yang mulai direalisasikan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembangunan IKN tidak hanya menarik minat investor domestik, tetapi juga memperoleh kepercayaan dari pelaku usaha internasional.

Basuki menjelaskan, proyek tersebut memiliki nilai investasi awal sebesar Rp 1,27 triliun. Komitmen investasi itu telah direalisasikan sejak 9 Maret 2026, sedangkan pembangunan fisik resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking.

Dalam pengembangannya, PT Star Bright International Investment akan membangun kompleks apartemen yang terdiri atas empat menara dengan total sekitar 680 hunian.

Apartemen tersebut menyediakan pilihan tipe satu, dua, hingga tiga kamar tidur dengan kisaran harga mulai Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar per unit.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Pada fase pertama, perusahaan memprioritaskan pembangunan dua menara setelah proses pembukaan lahan (land clearing) selesai. Sementara dua menara lainnya direncanakan mulai dibangun pada 2028.

Baca Juga: Belum Punya Lintasan Sepatu Roda Berstandar Nasional, Atlet Balikpapan Masih Latihan di Area Parkir Islamic Center

Tak hanya menghadirkan hunian vertikal, kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti restoran, area ritel, dan perkantoran. 

Konsep itu diharapkan mampu menciptakan kawasan hunian terpadu yang mendukung aktivitas masyarakat sekaligus kebutuhan penghuni di pusat pemerintahan baru.

Presiden Direktur PT Star Bright International Investment Lu Keming mengaku, optimistis terhadap prospek pengembangan IKN.

Menurutnya, ibu kota baru memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus kawasan investasi yang kompetitif pada masa depan.

Ia mengatakan pihaknya sejak awal aktif memperkenalkan potensi investasi IKN kepada berbagai mitra bisnis dan investor internasional sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia.

“Tentu kami yakin melakukan investasi di IKN karena kami memulai dari awal. Saya menyukai tempat ini dan yakin IKN akan menjadi salah satu kawasan paling indah di dunia,” ujar Lu Keming.

Masuknya investasi asing pertama di sektor hunian dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan ekosistem IKN.

Kehadiran proyek tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor lain untuk merealisasikan investasinya di Nusantara. (rd)

Editor : Romdani.
proyek asing penajam paser utara ibu kota nusantara Otorita IKN basuki hadimuljono