Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tembus Rp 4,64 Triliun! Tambang Masih Merajai Peta Investasi PMDN Kaltim di Awal Tahun 2026

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 16 Juli 2026 | 17:39 WIB
TERBESAR: Berdasarkan sektor usaha, pertambangan masih mendominasi investasi PMDN dengan nilai Rp 4,64 triliun.
TERBESAR: Berdasarkan sektor usaha, pertambangan masih mendominasi investasi PMDN dengan nilai Rp 4,64 triliun.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Peta investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kalimantan Timur pada triwulan I 2026 masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam. Subsektor pertambangan menjadi penyumbang nilai investasi terbesar, disusul tanaman pangan, perkebunan, peternakan, serta industri kimia dasar. Hingga akhir Maret 2026 terdapat 22 subsektor usaha yang mencatatkan realisasi investasi PMDN.

"Jika dilihat berdasarkan sektor usaha maka realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai dengan Triwulan I tahun 2026 menunjukkan subsektor pertambangan mengalami penambahan investasi terbesar yaitu mencapai Rp4,64 triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha 38,92 persen," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana.

Data DPMPTSP Kaltim menunjukkan, subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan berada di posisi kedua dengan investasi Rp1,84 triliun atau berkontribusi 15,44 persen. Sementara industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi berada di urutan ketiga setelah membukukan investasi Rp1,81 triliun atau setara 15,18 persen.

Baca Juga: Geram Distribusi Seragam Gratis Kaltim Molor, Warganet: Tolong Diuangkan Saja, Kami Sudah Telanjur Beli!

Di luar tiga sektor tersebut, aktivitas penanaman modal juga tersebar pada berbagai bidang usaha. Subsektor perdagangan dan reparasi membukukan investasi Rp1,11 triliun, transportasi, pergudangan, dan komunikasi Rp658,10 miliar, industri makanan Rp500,83 miliar, jasa lainnya Rp461,33 miliar, serta listrik, gas, dan air Rp262,41 miliar.

Fahmi menambahkan, sektor pertambangan tidak hanya menjadi penyumbang investasi terbesar, tetapi juga menjadi subsektor dengan kebutuhan tenaga kerja paling tinggi. Di belakangnya menyusul subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan serta perdagangan dan reparasi.

"Subsektor pertambangan menyerap tenaga kerja Indonesia paling banyak yaitu 3.802 orang atau 23,74 persen dari total jumlah tenaga kerja Indonesia. Selanjutnya subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 3.005 orang, sedangkan subsektor perdagangan dan reparasi sebanyak 2.425 orang," katanya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
ekonomi Kaltim 2026 Tambang Batu Bara Kaltim PMDN Kaltim investasi kaltim