SAMARINDA-Pemprov Kalimantan Timur terus mematangkan persiapan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco yang diproyeksikan melayani kebutuhan air bersih Kota Bontang dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar UPTD SPAM Regional Kaltim di Kantor DPUPR Pera Kaltim, Kamis (16/7). Rapat melibatkan Dinas PUPR Kota Bontang, Dinas PUPR Kabupaten Kutai Timur, Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang, serta Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur. Agenda utama difokuskan pada penyamaan persepsi dan kesiapan seluruh pihak sebelum sistem mulai beroperasi.
Kepala UPTD SPAM Regional Kaltim Iqro Firmani menjelaskan, keberhasilan SPAM Regional tidak hanya ditentukan oleh rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan tata kelola operasional. Karena itu, pemerintah mulai menyusun mekanisme kerja sama, pembagian peran, hingga sistem pengelolaan data yang akan menjadi dasar pelayanan air minum regional.
Baca Juga: Tembus Rp 4,64 Triliun! Tambang Masih Merajai Peta Investasi PMDN Kaltim di Awal Tahun 2026
"Membangun infrastruktur dapat diselesaikan dalam kurun waktu tertentu, tetapi membangun tata kelola operasional membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi yang berkesinambungan. Karena itu seluruh mekanisme kerja sama harus dipersiapkan sejak sebelum sistem beroperasi," ujarnya, Kamis (16/7).
Dia menjelaskan, SPAM Regional Indominco memiliki kapasitas produksi 250 liter per detik. Infrastruktur ini diproyeksi menjadi proyek SPAM regional pertama di Kaltim yang dinilai paling siap memasuki tahap operasional. “Air curah nantinya akan disalurkan kepada Perumda sebagai offtaker sebelum didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam agenda tersebut, selain membahas kesiapan sumber air baku, jaringan distribusi, hingga rancangan perjanjian kerja sama, UPTD SPAM Regional juga memperkenalkan MITRA SPAM (Manajemen Informasi Terpadu dan Rekonsiliasi Aliran SPAM).
“Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan pencatatan data operasional, pemantauan produksi dan distribusi air, hingga rekonsiliasi data antarpengelola,” tambahnya. Iqro menambahkan, melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Kaltim berharap operasional SPAM Regional Indominco dapat segera terealisasi dengan dukungan tata kelola yang kuat.
Sehingga pelayanan air minum bagi masyarakat Bontang dan Kutai Timur dapat berlangsung lebih andal, transparan, dan berkelanjutan. “Membangun infrastruktur dapat diselesaikan dalam kurun waktu tertentu, tetapi membangun tata kelola operasional membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi yang berkesinambungan,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki