Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Heboh Kampung Israel di Kota Hantu Malaysia, Pemerintah Johor Turunkan Imigrasi

Uways Alqadrie • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:05 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JOHOR – Pemerintah negara bagian Johor bergerak cepat menyelidiki aktivitas sebuah komunitas startup internasional di kawasan Forest City setelah muncul tudingan adanya warga negara Israel yang mengikuti program tersebut dengan menggunakan paspor dari negara lain.

Penyelidikan dilakukan menyusul ramainya kekhawatiran publik terhadap keberadaan Network School, sebuah komunitas yang menggabungkan konsep tempat tinggal, ruang kerja bersama, serta pusat pembelajaran bagi pelaku startup, pekerja jarak jauh, dan kreator konten.

Menteri Besar Johor, Onn Hafiz Ghazi, menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas apa pun yang dinilai bertentangan dengan hukum, mengganggu kedaulatan, maupun mengancam kepentingan Malaysia.

Baca Juga: Direktur Keuangan Ditemukan Tewas Tertembak di Hotel: Ditemukan Sang Istri, Sempat Minta Maaf

Ia telah menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri, Departemen Imigrasi, Kepolisian, Bea Cukai, dan sejumlah instansi keamanan lainnya untuk memverifikasi identitas seluruh peserta maupun penyelenggara program tersebut.

Salah satu fokus penyelidikan adalah dugaan penggunaan paspor kedua oleh individu yang memiliki keterkaitan dengan Israel. Malaysia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga warga negara Israel tidak dapat memasuki negara itu menggunakan paspor Israel.

Selain memeriksa aspek keimigrasian, pemerintah juga akan menelusuri legalitas operasional Network School. Kementerian Pendidikan Tinggi, Kementerian Digital, serta regulator terkait diminta memastikan seluruh kegiatan telah mengantongi izin sesuai ketentuan yang berlaku.

Di tingkat daerah, Dewan Kota Iskandar Puteri bersama Kantor Pertanahan Johor juga melakukan audit terhadap izin usaha, penggunaan bangunan, status lahan, hingga aktivitas bisnis yang dijalankan komunitas tersebut.

Pemerintah Johor menegaskan tindakan hukum akan diambil apabila ditemukan pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan dokumen perjalanan, pelanggaran izin operasional, hingga aktivitas yang dinilai mengancam keamanan nasional.

Network School mulai dikenal luas setelah pada Oktober 2025 sempat dipromosikan oleh kreator konten asal Israel, Nuseir Yassin atau Nas Daily. Video promosi yang menampilkan kawasan Forest City dan panorama Johor saat itu akhirnya dihapus.

Komunitas tersebut didirikan pada 2024 oleh pengusaha teknologi asal Amerika Serikat sekaligus mantan Chief Technology Officer (CTO) Coinbase, Balaji Srinivasan. Konsep yang diusung menggabungkan hunian, ruang kerja, pusat kebugaran, hingga program pembelajaran bagi komunitas teknologi internasional.

Baca Juga: Polda Metro Pastikan Emas 74 Kg dan Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli

Melalui laman resminya, biaya keanggotaan Network School dipatok mulai US$1.500 per bulan yang sudah mencakup tempat tinggal, konsumsi, dan berbagai fasilitas pendukung.

Keberadaan komunitas itu kembali mengarahkan perhatian publik ke Forest City, proyek kota pintar bernilai miliaran dolar di Johor yang berlokasi dekat Singapura. Kawasan tersebut sempat menjadi sorotan dunia karena tingkat huniannya yang rendah sehingga dijuluki sebagai "kota hantu".

Kini pemerintah Malaysia berupaya memastikan seluruh aktivitas di kawasan itu tetap berjalan sesuai hukum nasional dan tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan maupun kedaulatan negara.

Editor : Uways Alqadrie
kampung Israel di Malaysia pemerintah Johor negara bagian Johor Forest City Johor malaysia