Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gempa Besar M7,3 Guncang Meksiko, BMKG: Tidak Ada Ancaman Tsunami di Indonesia

Dwi Puspitarini • Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:27 WIB
Ilustrasi. Ramalan manga soal gempa besar Jepang Juli 2025 bikin wisatawan panik.
Ilustrasi. BMKG menyatakan Indonesia aman dan tidak berpotensi tsunami dari gempa bumi besar M7,3 yang mengguncang Meksiko.

KALTIMPOST.ID - Gempa besar M7,3 Meksiko terjadi pada Jumat (17/7/2026) malam dan menarik perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia. Menyikapi kejadian tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami di wilayah Indonesia.

Informasi mengenai gempa besar M7,3 Meksiko ini disampaikan BMKG berdasarkan hasil analisis terhadap lokasi pusat gempa, kedalaman, serta pemodelan tsunami. Masyarakat Indonesia diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Gempa besar M7,3 Meksiko terjadi pada pukul 21.48.41 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Tapachula, Meksiko. Gempa memiliki kedalaman 30 kilometer dan dipicu oleh aktivitas subduksi di kawasan tersebut.

Menanggapi gempa besar M7,3 Meksiko, BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan tsunami tidak menunjukkan adanya ancaman bagi wilayah Indonesia. Penegasan ini penting untuk mencegah munculnya informasi yang keliru di tengah masyarakat.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan bahwa hasil analisis telah memastikan kondisi Indonesia tetap aman.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan resmi BMKG, yang dilansir dari inews, Sabtu (18/7/2026).

BMKG menjelaskan bahwa gempa besar M7,3 Meksiko merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas subduksi. Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Karakteristik tersebut umum terjadi di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif seperti wilayah pesisir Pasifik Meksiko yang memang dikenal sering mengalami aktivitas seismik.

Setelah gempa utama terjadi, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Hingga pukul 22.37 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi satu kali gempa susulan berkekuatan Magnitudo 6,0.

Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa terus dilakukan untuk memastikan kondisi terkini berdasarkan data yang masuk dari jaringan pemantauan internasional.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar melalui media sosial atau aplikasi percakapan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tutur Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG.

Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat sehingga tidak menimbulkan kepanikan akibat kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.***

Editor : Dwi Puspitarini
Tsunami Indonesia Gempa Meksiko hari ini Gempa bumi Meksiko gempa besar bmkg