KALTIMPOST.ID, MEDAN – Ledakan berkekuatan besar mengguncang sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan bangunan bernomor 3B hancur dan sejumlah penghuni tertimbun material bangunan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah atau pipa gas tanam sebagai pemicu ledakan.
Baca Juga: Biaya Naturalisasi WNA Jadi WNI Resmi Naik Jadi Rp75 Juta, Berlaku Mulai Agustus 2026
"Hasil investigasi awal menunjukkan adanya dugaan kebocoran dari pipa gas tanam di bawah tanah. Namun penyebab pasti masih terus didalami," ujar Calvijn saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, tim kepolisian telah melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas. Dari pengecekan awal tersebut ditemukan indikasi keberadaan gas di sekitar lokasi ledakan.
"Alat pendeteksi gas menunjukkan adanya kandungan gas di area tersebut. Meski demikian, ini masih merupakan hasil investigasi awal dan akan dipastikan melalui penyelidikan lanjutan," katanya.
Selain menghancurkan rumah utama, dampak ledakan juga dirasakan bangunan di sekitarnya. Sedikitnya enam hingga tujuh rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian kaca yang pecah akibat kuatnya tekanan ledakan.
Baca Juga: Warga Sumbar dan Riau Diduga Disekap di Myanmar: Mengaku Disiksa dan Diperas hingga Rp220 Juta
Menurut Calvijn, rumah yang menjadi pusat ledakan dihuni enam orang. Hingga proses evakuasi berlangsung, dua korban berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, yakni seorang pria dewasa dan seorang balita.
"Satu orang bapak berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Kemudian seorang balita juga sudah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Sementara itu, empat penghuni lainnya masih diduga berada di bawah puing bangunan. Mereka terdiri atas istri pemilik rumah dan tiga orang asisten rumah tangga (ART).
"Kami masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi. Mohon doa agar seluruh korban dapat segera ditemukan," ucap Calvijn.
Proses evakuasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Polda Sumatera Utara, Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, TNI, serta Pemerintah Kota Medan.
Tim gabungan bekerja menggunakan berbagai peralatan untuk menyingkirkan material bangunan yang runtuh sekaligus memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan di lokasi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan masih berlangsung. Polisi belum dapat memastikan secara final sumber ledakan sambil
Editor : Uways Alqadrie