KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perlambatan industri pertambangan membuka peluang bagi sektor lain untuk mengambil peran sebagai penyerap tenaga kerja di Kalimantan Timur. Salah satunya adalah perkebunan, yang kini menjadi lapangan pekerjaan utama bagi hampir seperlima penduduk bekerja.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim Rozani Erawadi, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, subsektor perkebunan memberi kontribusi nyata terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
"Alhamdulillah bahwa subsektor perkebunan berkontribusi nyata dalam penurunan tingkat pengangguran terbuka sesuai dengan hasil Sakernas Februari 2026, di mana ada kurang lebih 19 persen dari lapangan pekerjaan utama berada di sektor tersebut," ujarnya.
Data tersebut menunjukkan, jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 390.461 orang atau sekitar 19,57 persen dari seluruh penduduk bekerja di Kaltim. Angkanya meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 385.745 orang.
Di saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka juga turun tipis dari 5,33 persen pada Februari 2025 menjadi 5,27 persen pada Februari 2026. Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian justru menjadi salah satu lapangan usaha yang mengalami penurunan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Rozani menilai kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan masih terbuka lebar. Berdasarkan data Disnakertrans, perusahaan perkebunan juga masih aktif membuka lowongan pekerjaan. "Kemudian juga lowongan pekerjaan yang ada di data kami juga ada yang memasukkan lowongan pekerjaan secara online. Ada yang dicari kurang lebih 300-an orang untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor perkebunan," lanjutnya.
Pihaknya juga mencatat terdapat 11 perusahaan yang membuka lowongan bagi 375 orang. Rekrutmen tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara daring maupun luring. Ia berharap besarnya kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan dapat dimanfaatkan masyarakat lokal. Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat layanan informasi pasar kerja agar kesempatan kerja yang tersedia dapat diakses lebih luas oleh pencari kerja di Bumi Etam. (riz)
Editor : Muhammad Rizki