KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan seiring memasuki musim kemarau. Ancaman yang diantisipasi bukan hanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga meningkatnya risiko penyakit akibat kualitas udara dan keterbatasan air bersih.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya telah mengintensifkan upaya pencegahan, terutama untuk menekan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Salah satunya melalui penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
"Saluran napas atau ISPA. Kita sudah melakukan upaya pencegahan, termasuk juga PHBS, yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada masyarakat. Terutama juga cuci tangan menggunakan sabun dalam melakukan segala aktivitas," kata Jaya kepada Kaltim Post, Senin (27/7/2026).
Selain itu, Dinkes Kaltim juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas sumber air bersih selama musim kemarau. Menurutnya, penggunaan air yang sudah tercemar dapat memicu berbagai penyakit. "Jangan sampai kita menggunakan air yang sudah tercemar atau kotor," ujarnya.
Jaya menjelaskan, air yang terkontaminasi berpotensi menyebabkan penyakit seperti diare hingga leptospirosis. Penyakit tersebut dapat muncul akibat air yang tercemar urine tikus.
"Ini menjadi perhatian kita sehingga penyakit-penyakit yang disebabkan oleh sumber air yang tercemar, seperti diare atau penyakit lainnya, bisa dicegah. Terutama misalnya leptospirosis, yang disebabkan karena kencing tikus yang mencemari air," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki