Mal Lembuswana Kembali ke Pemprov Kaltim, Pengunjung Minta Fasilitas Dibenahi dan Dipermodern

Eko Pralistio • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:14 WIB
TRANSISI PENGELOLAAN: Suasana di kawasan Mal Lembuswana, Samarinda. Setelah hampir 30 tahun dikelola pihak swasta dengan skema build operate transfer, mal legendaris ini akan resmi diserahkan kembali ke Pemprov Kaltim pada 7 Agustus mendatang dan dikelola oleh BUMD PT KTMBS. (EKO PRALISTIO / KALTIM POST)
TRANSISI PENGELOLAAN: Suasana di kawasan Mal Lembuswana, Samarinda. Setelah hampir 30 tahun dikelola pihak swasta dengan skema build operate transfer, mal legendaris ini akan resmi diserahkan kembali ke Pemprov Kaltim pada 7 Agustus mendatang dan dikelola oleh BUMD PT KTMBS. (EKO PRALISTIO / KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Setelah hampir 30 tahun dikelola pihak swasta dengan sekema build operate transfer (BOT), Mal Lembuswana akhirnya kembali ke pangkuan Pemprov Kaltim.

Pada masa transisi, pengelolaan mal legendaris tersebut dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS). Proses penyerahan dari pihak swasta kepada Pemprov Kaltim dijadwalkan pada 7 Agustus mendatang.

Dengan beralihnya pengelolaan tersebut, masyarakat pun menaruh harapan agar pusat perbelanjaan itu kembali ramai seperti pada massanya. Salah satunya diungkapkan oleh Sulistianingsih, 60 tahun, yang mengaku rutin berbelanja di Mal Lembuswana sejak bertahun-tahun lalu.

Dalam sebulan, dia mengaku bisa datang tiga hingga empat kali untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, suasana yang ditemuinya belakangan jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Berakhir 26 Juli, Ini Skema Pemprov Tunjuk PT MBS Kelola Mal Lembuswana Samarinda

"Fasilitas sebenarnya sudah bagus, tinggal dilengkapi lagi. Misalnya sekarang kan lift tidak ada. Mungkin itu bisa ditambah," ujarnya, saat dikonfirmasi Kaltim Post pada Rabu (29/7). Namun, dia menilai perbaikan fasilitas saja belum cukup. Pengelola baru juga perlu menghadirkan suasana yang mampu menarik masyarakat kembali datang ke Lembuswana.

"Saya ingin Lembuswana ramai lagi dengan suasana baru. Harapannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat juga sehingga tenaga kerja bisa terserap lagi," katanya. Sebab, pengelola yang baru disebut harus paham perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda, yang juga harus menjadi perhatian pengelola.

"Kalau sekarang kan zamannya Gen Z. Mungkin bisa ditambah tenant makanan atau tempat-tempat yang memang mereka sukai. Dengan begitu orang tertarik datang lagi," ucapnya. Sulistianingsih berharap pengambilalihan pengelolaan oleh Pemprov Kaltim tidak sekadar menjadi pergantian administrasi. 

Baca Juga: Jelang Kontrak Berakhir, DPRD Kaltim Dorong Revitalisasi Mal Lembuswana Samarinda Jadi Pusat Ekonomi Modern

Lembuswana disebut membutuhkan pembaruan agar kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat Samarinda. Sementara dalam pantauan Kaltim Post, beberapa ruko di dalam maupun di luar mal tampak tak kosong tak berpenghuni. Beberapa masyarakat juga terpantau masih belanja pakaian dan makanan.

Hingga berita ini diterbitkan, penulis berusaha mengonfirmasi pihak pengelola yang ditunjuk, yakni PT KTMBS sebagai badan usaha milik daerah. Namun pihak pengelola belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait bagaimana masa depan mal tersebut. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) BUMD Kaltim pemprov kaltim mal lembuswana samarinda