KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Peluang hadirnya Taman Safari Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menguat. Otorita IKN mengaku telah menyiapkan lahan sekitar 225 hektare dan pembicaraan awal dengan pihak Taman Safari Indonesia sudah dilakukan.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, mengatakan kehadiran Taman Safari diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama wisata di IKN.
"Kami sudah siapkan lahan 225 hektare untuk Taman Safari di sana. Kami berharap itu segera dibangun karena akan menjadi daya tarik tersendiri di Ibu Kota Nusantara," ujarnya acara Ngopi (Ngobrol Bareng Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI)) di Rumah Ulin Arya, Kamis (30/7).
Menurut Muhsin, pengembangan atraksi wisata menjadi kebutuhan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan saat berkunjung ke IKN. Selain Taman Safari, OIKN juga menyiapkan berbagai kawasan wisata lain seperti glamping, pacuan kuda, lapangan golf, hingga atraksi berbasis ruang terbuka hijau.
"Kalau orang ke IKN harus ada banyak variasi atraksi yang bisa dikunjungi. Jadi tidak hanya melihat kawasan pemerintahan," katanya. Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat DPP PUTRI sekaligus Direktur Taman Safari Indonesia Hans Manansang membenarkan sudah ada komunikasi awal dengan OIKN.
"Itu memang di awal kami ada wacana diminta mengisi sektor pariwisata yang ada di IKN. Sifatnya masih wacana, masih pembicaraan awal," katanya. Meski begitu, Hans menilai Kalimantan Timur memiliki modal besar apabila rencana tersebut direalisasikan.
"Kalau saya lihat memang bagus. Kalau IKN nanti sudah selesai menjadi ibu kota negara memang perlu dilengkapi fasilitas kelas dunia supaya tamu negara bisa menikmati kekayaan alam yang ada di IKN," ujarnya.
Ia menyebut keberadaan satwa endemik Kalimantan serta hutan hujan tropis menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak daerah lain. "Kalau ada tamu negara datang, mereka bisa menikmati kekayaan alam yang ditampilkan di IKN," tandasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki