KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelaku wisata di Kalimantan Timur diminta tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Hans Manansang, tren pariwisata saat ini bergeser ke experience tourism, yakni wisata yang memberikan pengalaman menyeluruh kepada wisatawan.
"Yang dijual pariwisata itu adalah pengalaman. Mulai dari perjalanan, makanannya, budayanya, sampai ketika pulang harus meninggalkan kesan," beber pria yang juga menjabat Direktur Pemasaran Taman Safari Indonesia itu, saat bertandang ke Samarinda, Kamis (30/7).
Baca Juga: Pusdiksi Unmul Sebut Putusan MK soal MBG Berpotensi Disalahartikan dalam APBN 2027
Menurut Hans, setiap destinasi perlu memiliki cerita yang kuat sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang berbeda. Ia mencontohkan pengembangan sebuah kawasan wisata kerajaan di Karangasem, Bali. Di lokasi tersebut, cerita sejarah kerajaan dipadukan dengan sajian kuliner yang berkaitan dengan kisah para raja dan permaisuri.
"Jadi orang bukan hanya makan, tetapi tahu cerita di balik makanan itu. Pengalaman seperti itu yang membuat wisata menjadi lebih menarik," jelasnya.
Baca Juga: Nobar Timnas Indonesia vs Timor Leste di Gedung Biru Kaltim Post! Suporter Balikpapan Merapat
Hans menilai konsep serupa dapat diterapkan di Bumi Etam dengan mengangkat budaya lokal, sejarah, hutan tropis, hingga kuliner khas daerah. "Nah, bagaimana budaya dan cerita itu dikoneksikan dengan tempat wisatanya. Jadi orang datang seperti masuk ke dunia yang berbeda. Misal Kerajaan Kutai Kartanegara," ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh pelaku pariwisata agar pengalaman wisatawan menjadi utuh, mulai dari transportasi, hotel, destinasi, hingga kuliner.
"Semuanya harus terintegrasi. Jadi wisatawan mendapatkan pengalaman yang lengkap ketika datang ke Kaltim," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto