KALTIMPOST.ID,SUMENEP–Kapal penumpang KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar terbakar habis di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8) pagi. Dari pendataan sementara, sebanyak 218 penumpang dipastikan selamat, sementara 4 orang dilaporkan meninggal dunia.
Merespons musibah tersebut, Kapolresta Sumenep langsung bertolak ke Pelabuhan Kalianget dan menginstruksikan jajarannya mendirikan Posko Terpadu sebagai pusat koordinasi, penanganan korban, dan pusat informasi.
Baca Juga: Update Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: 218 Penumpang Selamat, 4 Meninggal Dunia
Kabag Ops bersama Kasat Samapta Polresta Sumenep diterjunkan untuk menyiapkan posko darurat beserta sarana pendukungnya. Di saat bersamaan, Satpolair berkoordinasi erat dengan Basarnas dan KSOP Kalianget untuk melakuakn mitigasi area agar masyarakat umum tidak mendekati lokasi kejadian.
"Seksi Dokkes Polresta Sumenep juga telah menyiagakan penanganan medis berkoordinasi dengan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep untuk mengantisipasi korban yang membutuhkan perawatan intensif," rilis kepolisian setempat.
Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Pihak Basarnas menerima laporan darurat pada pukul 08.25 WIB dari operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran, usai nakhoda melaporkan adanya api sebelum akhirnya hilang kontak.
Berdasarkan komunikasi radio marine SROP Kalianget, KM Meratus Project 3 menjadi armada pertama yang tiba dan melakukan pertolongan, disusul TB Hasnur 26 serta empat kapal niaga lain yang melintas di sekitar perairan tersebut.
Baca Juga: Pernah Keguguran? Cek 9 Perubahan Ini untuk Pastikan Rahim Tak Menyimpan Sisa Jaringan
Saat api menjalar, kepanikan tak terhindarkan. Ratusan penumpang berjejal di area haluan dan anjungan kapal. Sebagian penumpang bahkan terpaksa melompat ke laut menggunakan life jacket dan sekoci demi menyelamatkan diri dari kobaran api sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal penolong.(*)
Editor : Thomas Priyandoko