KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur telah menyelesaikan sekitar 74 persen pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Di balik capaian tersebut, BPS mulai menangkap perubahan besar pada wajah dunia usaha di Kaltim, terutama meningkatnya transaksi berbasis digital.
Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai mengatakan, hasil sementara memang belum dapat dipublikasikan secara rinci karena pendataan masih berlangsung hingga akhir Agustus. Namun, supervisi lapangan menunjukkan perkembangan ekonomi digital mulai mengubah perilaku pelaku usaha.
"Hasil detailnya kami masih belum, nanti kalau sudah mencapai 100 persen baru akan kami sampaikan," ujarnya. Mas'ud menjelaskan, SE 2026 tidak hanya mendata jumlah usaha, tetapi juga memotret lahirnya jenis usaha baru dan perubahan pola transaksi masyarakat.
"Temuan untuk jenis-jenis usaha baru itu cukup lumayan. Perkembangan digital cukup memengaruhi. Ada dua hal yang akan dipotret, yaitu usaha barunya atau cara bertransaksi," katanya, Senin (3/8).
Menurut dia, perubahan paling mencolok terlihat dari cara pelaku usaha menerima pesanan. Kini transaksi berbasis internet semakin mendominasi dibandingkan transaksi tatap muka. "Order sekarang banyak menggunakan internet atau online. Yang ketemu secara langsung proporsinya menurun, justru yang secara online meningkat. Kira-kira begitu hasil sementaranya," ungkapnya.
Meski optimistis pendataan selesai sesuai target pada 31 Agustus, capaian antarwilayah masih bervariasi. Bontang menjadi daerah dengan progres tertinggi, yakni mencapai 88 persen. Sementara Balikpapan masih menjadi daerah dengan capaian terendah 69,09 persen.
Menurutnya, rendahnya capaian di Kota Minyak tersebut dipengaruhi karakteristik wilayah perkotaan yang memiliki jumlah unit usaha lebih banyak dibanding daerah lain sehingga proses pendataan membutuhkan waktu lebih panjang. (riz)
Editor : Muhammad Rizki