KALTIMPOST.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim memprediksi kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kaltim akan didominasi cerah hingga cerah berawan selama sepekan ke depan.
Mengingat minimnya potensi hujan, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prakirawan Cuaca BMKG Kaltim Ilham Fachturoni menjelaskan dinamika atmosfer saat ini masih dipengaruhi oleh angin Monsun Australia. Pola aliran angin di lapisan atas bertiup dari arah tenggara dan selatan.
“Pola ini identik membawa massa udara yang cenderung kering, sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan hujan,” ujar Ilham.
Berdasarkan kondisi atmosfer tersebut, BMKG Kaltim memprediksi cuaca pada Selasa (4/8) pagi sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan cerah berawan dan berawan.
“Sebagian potensi berkabut bisa terjadi di Mahakam Ulu, Berau, dan Balikpapan,” tuturnya.
Lalu siang hari secara umum, kondisi cuaca masih didominasi cerah Berawan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
“Malam hari kondisi cuaca di perakitan relatif tidak banyak berubah. Namun cuaca cerah akan lebih mendominasi di sebagian besar wilayah Kaltim,” bebernya.
Khusus Mahakam Ulu diprediksi kembali terjadi kabut pada malam hari. Serta pada dini hari kondisi cerah diprediksi mendominasi sebagian besar wilayah Benua Etam.
“Wilayah Mahakam Ulu berpotensi terjadi hujan ringan dan kondisi berkabut potensi muncul di Balikpapan,” ujarnya.
BMKG menegaskan bahwa berdasarkan model analisis cuaca untuk enam hari ke depan, indikator kerawanan karhutla di sebagian besar wilayah Kaltim masuk dalam kategori sangat mudah terbakar (zona merah).
“Kami kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu timbulnya titik api,” tegasnya.
Sementara itu di sektor maritim, BMKG mencatat perkiraan tinggi gelombang di perairan Kaltim dan Selat Makassar bagian tengah berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
“Tinggi gelombang ini tergolong dalam kategori rendah, sehingga relatif aman bagi aktivitas melaut,” tutupnya. (rd)
Editor : Romdani.